Banda Aceh. RU – Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P Siagian mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk mengumpulkan fakta dan keterangan dari sejumlah pihak, termasuk meninjau lokasi terjadinya penembakan warga sipil di Gampong Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.
“Komnas HAM sangat menyesalkan terjadinya tindakan kekerasan yang menyebabkan meninggalnya warga sipil,”ujarnya dikutip Sabtu (07/11/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima Komnas HAM, ketegangan bermula ketika sejumlah warga mengibarkan bendera bulan bintang di lokasi kenduri. Aparat TNI kemudian mendatangi lokasi dengan maksud menurunkan bendera tersebut.
Namun, tindakan itu mendapat penolakan dari warga setempat hingga memicu ketegangan yang berujung kericuhan. Peristiwa tersebut dilaporkan diwarnai aksi pemukulan dan penembakan terhadap warga.
Akibat kejadian itu, seorang warga meninggal dunia karena tertembak. Sejumlah warga dan personel TNI lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Korban yang meninggal dunia kemudian dimakamkan tanpa dilakukan autopsi.
“Untuk penyelidikan secara menyeluruh, kami mendesak aparat penegak hukum melakukan autopsi terhadap korban meninggal dunia, serta memeriksa sejumlah korban yang mengalami luka-luka,” ujarnya.
Selain itu, Komnas HAM meminta pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dilakukan secara terbuka dan memastikan korban memperoleh akses keadilan.
“Kami juga meminta semua pihak untuk menahan diri dan mendukung proses pengungkapan fakta secara objektif dan transparan demi tegaknya keadilan dan hak asasi manusia,” ujar Saurlin.(TH05)













