Polres Aceh Tenggara Petakan Daerah Rawan Konflik Jelang Pilkades 2026

Rapat Anev persiapan pengamanan pilkades serentak 2026 di aula Mapolres Aceh Tenggara. Kamis 5 November 2026 [Dok. rahasiaumum.com/AFW11]

Kutacane. RU – Persaingan antarkandidat dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Aceh Tenggara mulai memetakan wilayah rawan serta menyiapkan strategi pengamanan selama tahapan pemilihan berlangsung.

Kesiapan pengamanan dibahas dalam rapat analisis dan evaluasi (Anev) yang dipimpin Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo bersama Wakapolres Kompol Rafliandi di Aula Polres Aceh Tenggara, Kamis (05/11/2026).

Rapat tersebut diikuti para pejabat utama Polres dan seluruh Kapolsek jajaran.

Sejumlah hal menjadi pembahasan, mulai dari kesiapan personel, strategi pengamanan, hingga identifikasi potensi kerawanan di masing-masing wilayah.

Kapolres meminta seluruh jajaran memahami kondisi sosial dan karakteristik wilayah tugas masing-masing agar potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.

“Seluruh personel harus menjalankan tugas secara profesional, menjaga netralitas, dan mengedepankan pendekatan humanis. Saya juga meminta para Kapolsek memastikan kesiapan personel serta terus memantau perkembangan situasi di wilayah masing-masing agar setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini,” ujar Rujiyanto.

Selain kesiapan personel, ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan penyelenggara Pilkades dan unsur terkait.

Seluruh anggota kepolisian diminta menjaga netralitas serta tidak menunjukkan keberpihakan kepada calon kepala desa tertentu.

Menurut Rujiyanto, perbedaan dukungan terhadap kandidat berpotensi menimbulkan perselisihan di lingkungan masyarakat.

Karena itu, pengawasan dan kewaspadaan perlu ditingkatkan sejak tahapan pemilihan dimulai hingga selesai.

Melalui langkah antisipasi tersebut, Polres Aceh Tenggara berharap Pilkades serentak 2026 berlangsung aman dan kondusif tanpa memicu konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.(AFW11)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...