Lebih dari 560 Orang Tewas di Jalan, Polda Aceh Gelar Operasi Patuh

Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol. Deden Supriyatna Imhar. Rabu 28 Oktober 2026 [Dok. Polda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Lebih dari 560 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Aceh selama Januari hingga akhir Oktober 2026.

Untuk menekan angka kecelakaan, Polda Aceh menggelar Operasi Patuh Seulawah 2026 selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Kombes Pol. Deden Supriyatna Imhar menyampaikan hal tersebut dalam dialog interaktif Banda Aceh Menyapa di RRI Banda Aceh, Rabu (28/10/2026).

Dalam dialog itu, ia menyebutkan, tercatat lebih dari 2.800 kecelakaan dengan korban meninggal dunia lebih dari 560 orang.

Operasi yang melibatkan 716 personel tersebut menyasar pelanggaran berisiko tinggi, seperti tidak memakai helm dan sabuk pengaman, menerobos lampu merah, melawan arus, balap liar, berkendara di bawah umur, serta pelanggaran knalpot dan ODOL.

Penindakan dilakukan melalui tilang elektronik (ETLE), tilang manual, serta teguran humanis.

“Tujuan utama operasi ini bukan semata-mata melakukan penindakan, tetapi membangun kesadaran masyarakat agar lebih tertib berlalu lintas. Keselamatan harus menjadi kebutuhan bersama, bukan hanya karena ada petugas di jalan,” ujar Deden.

Polda Aceh mengedepankan 80 persen sosialisasi dan edukasi serta 20 persen penindakan.

Upaya lain meliputi pemetaan lokasi rawan kecelakaan, evaluasi rambu dan fasilitas jalan, serta pemeriksaan kendaraan angkutan melalui ramp check.

Pengendara yang lelah atau mengantuk juga diimbau berhenti dan beristirahat di tempat aman.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menegaskan, keberhasilan operasi membutuhkan partisipasi masyarakat.

“Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kepatuhan terhadap aturan sebagai kebiasaan, bukan semata-mata karena takut ditilang. Dengan disiplin dan kepedulian terhadap sesama pengguna jalan, kita dapat mencegah kecelakaan dan melindungi lebih banyak nyawa,” ujar Joko.(R10)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...