Kutacane. RU – Terputusnya jembatan alternatif Natam-Tanjung selama sekitar dua bulan pascabanjir menghambat mobilitas warga di Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara.
Kondisi ini turut mengganggu aktivitas pendidikan, distribusi pupuk, dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat di 28 desa yang disebut terisolasi.
Pemuda Kuta Ujung, Kecamatan Darul Hasanah, Sultan, mendesak pemerintah kabupaten dan pusat segera membangun jembatan alternatif agar akses transportasi masyarakat kembali normal, termasuk bagi para pelajar yang kesulitan menuju sekolah.
“Saya berharap kepada Pemerintah Aceh Tenggara dan pusat agar secepatnya dibuat jembatan alternatif sebagai penghubung Kecamatan Badar dengan Darul Hasanah. Kami juga meminta alat berat milik pemerintah disiagakan di lokasi pekerjaan sampai jembatan bisa dilalui masyarakat,” ujar Sultan kepada rahasiaumum.com, Rabu (28/10/2026).
Menurut Sultan, terputusnya akses tersebut belum tertangani secara memadai meskipun sebelumnya terdapat bantuan dari Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pusat.
Saat ini, warga mengandalkan Jembatan Garuda yang menghubungkan Mamas-Natam, yang dibangun oleh TNI.
Namun, jembatan tersebut kini menanggung beban berlebih karena menjadi jalur andalan setelah jembatan alternatif Natam-Tanjung tidak dapat dilalui.
Selain menghambat perjalanan pelajar, kondisi tersebut menyulitkan warga memperoleh pupuk dan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
Sultan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan akses penghubung tersebut.
Menurut dia, persoalan ini tidak boleh berlarut-larut karena berdampak pada kehidupan masyarakat luas, terutama kelancaran pendidikan anak-anak di Darul Hasanah.(AFW11)













