Ditahan Imbang Persiraja 0-0, Pelatih Adhyaksa Protes Keputusan Kontroversi Wasit

PersirajaVsAdhyaksa
Pertandingan Persiraja Banda Aceh vs Adhyaksa FC Bekasi di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (17/10/2026) malam, yangn berakhir imbang 0-0.(Foto: MO Persiraja)

Banda Aceh. RU – Persiraja Banda Aceh gagal memetik kemenangan dan hanya mampu menahan imbang Adhyaksa FC Bekasi dengan skor 0-0 pada lanjutan Grup A Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (17/10/2026) malam.

Sejak babak pertama, Persiraja sudah berupaya menekan pertahanan Adhyaksa FC. Meski sempat mendapatkan sejumlah peluang, tetapi anak-anak tim ‘Lantak Laju’ belum mampu menciptakan gol.

Sementara, gol yang diraih Adhiyaksa Fc Bekasi pada menit ke-32 melalui sundulan Rafly Selang, dianulir wasit karena Rafly dinilai berada dalam posisi offside.

Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Adhyaksa FC Bekasi. Pelatih tim tamu kemudian diganjar kartu kuning oleh wasit.

Memasuki babak kedua, Persiraja memasukkan Chaves untuk menambah daya tekan ke tim lawan. Namun, rapatnya lini pertahanan Adhyaksa FC Bekasi membuat serangan Persiraja hingga menit terakhir pertandingan, tidak membuahkan hasil.

Persiraja dan Adhyaksa FC Bekasi pun harus puas berbagi satu poin setelah menutup pertandingan dengan skor 0-0.

Sementara itu, Pelatih Adhyaksa FC Bekasi, Widyantoro, menyoroti sejumlah keputusan wasit yang dinilainya kontroversi.

Ia pun memprotes keputusan wasit menganulir gol yang diciptakan Rafly Selang, karena menurutnya pemain tersebut tidak dalam posisi offside.

Selain itu, Widyantoro juga menyinggung insiden yang melibatkan pemainnya, Arthur, yang menurutnya mengalami tebasan di depan hakim garis, tetapi tidak berujung pelanggaran.

“Menurut saya, kejadian seperti ini layak mendapatkan perhatian. Namun, sudahlah, mungkin wasit atau hakim garis tidak melihatnya, padahal pelanggaran itu terjadi tepat di depan hakim garis,” ungkapnya.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...