Pelatih Persiraja Soroti Kepemimpinan Wasit dalam Laga Melawan Garudayaksa

Persiraja vs Garudayaksa FC
Laga pekan ke-25 Grup A Liga 2 Indonesia musim 2025/2026, antara Persiraja vs Garudayaksa FC di Stadion H Dimurthala, Minggu (19/04/2026) malam, yang berakhir dengan skor imbang 2-2. {Foto: Tribunnews.com]

Banda Aceh. RU – Pelatih Persiraja Banda Aceh Jaya Hartono menyoroti tambahan waktu serta kepemimpinan wasit Bangkit Sanjaya dalam laga Persiraja melawan Garudayaksa FC yang berakhir kontroversial, pada Minggu malam, 19 April 2026.

Jaya menilai, keputusan wasit khususnya terkait injury time, dinilai merugikan Persiraja, karena tambahan waktu yang diberikan sudah melewati batas.

“Saya kecewa dengan penambahan waktu. Sudah 10 menit, tapi terus ditambah lagi. Dan gol untuk Garudayaksa terjadi setelah penambahan waktu seharusnya habis,” kata Jaya.

Menurutnya, kelebihan waktu tersebut mencapai lebih dari tiga menit sebelum gol penyeimbang terjadi.

Selain soal tambahan waktu, Jaya juga mengkritik inkonsistensi keputusan wasit dalam memimpin laga, terutama dalam memberikan pelanggaran.

Ia mencontohkan, insiden yang dialami pemain Persiraja, Ihsan yang dinilai tidak mendapat perlindungan meski dilanggar keras.

“Pemain kita dijepit dua orang sampai jatuh tidak ada pelanggaran. Tapi pemain lawan kena sedikit, wasit langsung tiup peluit. Ini merugikan karena memberi mereka kesempatan menyerang ke gawang kita,” ujarnya.

Jaya yang telah 20 tahun lebih berkiprah sebagai pelatih mengaku baru kali ini merasakan situasi seperti ini terjadi berulang.

“Saya sudah lama di sepak bola, tapi belum pernah seperti ini. Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, kita sebagai pelatih tidak bisa berbuat banyak,” pungkasnya.

Jalannya Pertandingan

Laga penuh drama dan kontroversi ini tersaji saat Persiraja Banda Aceh menjamu Garudayaksa FC pada pekan ke-25 Grup A Liga 2 Indonesia musim 2025/2026 di Stadion H Dimurthala, Minggu (19/4/2026) malam.

Pertandingan berakhir imbang 2-2 setelah gol penyeimbang tercipta di menit ke-102. 

Sejak awal laga, Persiraja yang mendapat sentuhan bola pertama langsung mencoba mengambil inisiatif serangan melalui umpan-umpan pendek.

Namun, Garudayaksa justru lebih dulu unggul pada menit ke-24 melalui Christian Frydek yang memanfaatkan peluang di depan gawang.

Memasuki menit ke-57, pemain Persiraja Faris Adit berhasil mencetak gol penyeimbang dan mengubah skor menjadi 1-1. 

Pelatih Jaya Hartono kemudian melakukan sejumlah rotasi pemain, dimana David Laly ditarik dan digantikan Muhammad Ihsan, sementara Aditya Angga masuk menggantikan Muhammad Revan.  Sedangkan Juan Mera digeser ke tengah untuk berduet dengan Connor di lini depan. 

Perubahan ini membuat permainan Persiraja berkembang. Sentuhan bola mulai terjaga dan peluang demi peluang pun mulai tercipta. 

Namun, Persiraja harus kehilangan Juan Mera pada menit ke-61 setelah mengalami cedera dan digantikan Jechson Felix.

Di menit ke-87, Aditya Angga berhasil menambah gol dan membawa Persiraja unggul 2-1. 

Memasuki menit akhir, Persiraja memilih bermain bertahan setelah Jaya Hartono memasukkan Al Muzanni menggantikan Muammar Khadafi untuk memperkuat lini belakang. 

Wasit memberikan tambahan waktu selama 10 menit yang dimanfaatkan Garudayaksa untuk terus menekan permainan, sementara Persiraja berusaha mempertahankan keunggulan dengan sisa tenaga yang ada. 

Kontroversi pun terjadi ketika pertandingan terus berjalan melewati batas waktu tambahan.

Di menit ke-102, Christian Frydek mencetak gol penyeimbang bagi Garudayaksa dan mengubah skor menjadi 2-2. 

Gol tersebut memicu protes dari kubu tuan rumah yang menilai waktu sudah melewati batas tambahan.(TH05)

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...

Menata Harapan di Tengah Luka

Bupati Aceh Tamiang. Irjen Pol (P) Drs Armia Pahmi, MH. Bersama masyarakat penghuni Huntara. (Foto dok/rahasiaumum.com/Awelatam)

Menunggu Realisasi di Tengah Pemulihan

Kunjungan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, ke Kabupaten Aceh Tamiang kembali menegaskan satu hal;...

Yang Terlewat Kini Dikejar; Pendataan Tahap III Dibuka untuk Warga Terdampak

Di balik angka-angka bantuan, ada satu hal yang paling menentukan: data. Di Aceh Tamiang, pemerintah...

Saat Dana Stimulan Dipertaruhkan

Kualasimpang. RU – Ketika verifikasi lapangan, tekanan sosial, dan koordinasi birokrasi menentukan nasib bantuan warga...