Calang. RU – Dinas Lingkungan hidup (DLH) Kabupaten Aceh Jaya melakukan pengambilan sampel air untuk pengujian kualitas/kadar air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Sabee yang diduga kuat tercemar limbah pengolahan emas (gelondong) yang biasanya menggunakan logam berat merkuri.
“Sampel air diambil dari beberapa lokasi di Kecamatan Krueng Sabee, baik air sungai, air sumur warga, tanah sedimentasi maupun tanah warga,” kata Kepala Dinas DLH Aceh Jaya, Rimbawan, Rabu (23/09/2026).
Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mengambil sebanyak lima titik sampel dari dua desa yaitu Desa Datar Luas dan Desa Rantau Panyang Kecamatan Krueng Sabee.
Dirinya menjelaskan, pengambilan sampel untuk pengujian laboratorium ini untuk menjawab keresahan warga yang khawatir kalau air telah tercemar, mengingat sungai tersebut menjadi salah satu sumber air bersih masyarakat di sana.
“Pengambilan sampel ini juga untuk menjawab pertanyaan dari warga yang mengonsumsi air di sepanjang DAS Krueng Sabee, kemudian yang tinggal seputaran aktivitas pengolahan emas,” katanya.
Terkait hasil pengujian terhadap sampel air ini, bakal diketahui sekitar sebulan ke depan dan paling cepat 14 hari, tergantung antrian di laboratorium Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banda Aceh (BSPJI).(TH05)













