Jakarta. RU – Pemerintah daerah di Indonesia didorong untuk lebih aktif membangun jejaring dan kolaborasi tingkat internasional guna membuka peluang kerja sama, pertukaran pengetahuan, hingga dukungan pembangunan.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dalam acara Monev Pelaksanaan Kerja Sama UCLG-ASPAC dan Kementerian Dalam Negeri RI 2024-2027 di Jakarta, Kamis (17/09/2026).
Illiza menekankan agar pemerintah daerah tidak merasa ragu atau menunggu hingga memiliki program besar hanya untuk mulai terlibat dalam forum global.
Keikutsertaan dalam jejaring internasional justru menjadi sarana efektif memperkenalkan potensi daerah sekaligus menjalin komunikasi antar-pemimpin daerah dunia.
“Tidak perlu sungkan, tidak perlu minder, tidak harus kita punya program banyak kemudian kita bergabung. Kadang kita sesama kepala daerah juga belum tentu kenal kalau tidak ada networking yang benar-benar bisa dihadiri di forum-forum seperti ini,” tegas Illiza.
Menurut Illiza, organisasi seperti United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) memegang peran strategis dalam menjembatani akses daerah terhadap dukungan luar negeri yang kerap sulit dijangkau secara langsung.
Wadah ini dinilai saling melengkapi dengan asosiasi pemerintah daerah tingkat nasional seperti APEKSI dan APKASI.
“Bantuan internasional kan tidak bisa langsung masuk ke daerah sekarang. Kalau bantuan melalui UCLG dibantu, maka UCLG melalui perantara itu bisa membantu daerah-daerah kita,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dampak keberadaan forum daerah internasional tidak boleh berhenti pada intensitas pertemuan semata, melainkan harus bermuara pada manfaat konkret yang dirasakan masyarakat.
“Yang paling penting di forum ini, ini participation to partnership, dan juga from networking to impact,” pungkas Illiza.(RSR12)













