Takengon. RU – Lambannya penanganan proyek peningkatan badan jalan lintasan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dengan Nagan Raya di Kecamatan Celala menuai keluhan warga.
Pekerjaan fisik penimbunan pada segmen Desa Blang Kekumur hingga Ginting Gerbang sepanjang 10 kilometer tersebut tak kunjung rampung dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh.
Akibat terbengkalainya proyek tersebut, para pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa menerjang kubangan lumpur saat musim hujan serta mengepulkan debu tebal ketika musim kemarau.
Kondisi medan yang licin serta berbukit terjal ini tak jarang memicu kecelakaan lalu lintas.
Kerusakan jalur angkutan umum ini turut mengganggu mobilitas harian para pelajar, tenaga medis puskesmas, hingga pedagang yang melintas.
“Sudah sekian lama jalan ini tak kunjung selesai dikerjan oleh dinas PUPR menyabkan kami resah teruma saat hujan jalan berlumpur bagaikan kubang kerbau jika musim hujan,” ujar salah seorang warga setempat yang tidak ingin Namanya disebut, Rabu (16/09/2026).
Pekerjaan peningkatan badan jalan dan jembatan yang telah berjalan sejak 2025 hingga 2026 ini juga disinyalir tidak memasang papan informasi proyek di lokasi kegiatan.
Padahal, lintasan ini merupakan nadi perekonomian sekaligus akses vital tersingkat menuju Meulaboh, Aceh Barat.
Melihat dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan, masyarakat mendesak dinas terkait untuk mengambil sikap tegas terhadap pihak kontraktor yang dinilai lamban.
“Sudah sepatutbya Dinas PUPR mendesak rekanan segera selesaikan proyak jalan tersebut, jabila mana tak mampi di lanjutkan maka segera putuskan kontrak, pasalnya jalan meupakan bagian nadi perekonomian masyarakat yang tak boleh di abaikan,” katanya.
Masyarakat berharap Dinas PUPR Provinsi Aceh segera memprioritaskan penyelesaian infrastruktur jalan ini agar kesulitan transportasi yang dialami warga selama bertahun-tahun dapat secepatnya teratasi.(BI09)













