Kutacane. RU – Ancaman gangguan saluran pernapasan mengintai warga Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, seiring munculnya fenomena kabut asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut.
Dinas Kesehatan setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tenggara Rosita menyampaikan bahwa cuaca ekstrem yang fluktuatif berpotensi menurunkan daya tahan tubuh.
Kondisi ini riskan bagi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit medis tertentu.
“Kami imbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, mengingat kondisi cuaca tidak menentu dan kabut mulai menyelimuti Kabupaten Aceh Tenggara. Bagi warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, anak-anak, lansia serta kelompok rentan lainnya agar lebih berhati-hati,” kata Rosita, Rabu (16/09/2026).
Guna meminimalkan paparan udara buruk, warga diminta membatasi kegiatan di luar ruangan.
Penggunaan masker sangat dianjurkan apabila terpaksa beraktivitas di ruang terbuka, diimbangi dengan pemenuhan asupan air putih serta penerapan pola hidup bersih dan sehat.
Rosita mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan indikasi gangguan kesehatan yang timbul.
Pihaknya menginstruksikan pemanfaatan fasilitas kesehatan tingkat pertama apabila muncul keluhan fisik.
“Jika ada gejala batuk, pilek dan sesak napas segera ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan, untuk mencegah penyakit ISPA,” ujarnya.
Sebagai upaya antisipasi melonjaknya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Dinkes Aceh Tenggara terus memantau perkembangan lapangan sembari berkoordinasi dengan seluruh jaringan pusat kesehatan masyarakat di wilayahnya.(AFW11)













