Jakarta. RU – Keterbatasan kapasitas fiskal mendorong Pemerintah Kota Subulussalam, Aceh, memperkuat lobi untuk memperoleh tambahan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Upaya itu dilakukan melalui audiensi dengan Komisi XI DPR RI dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Kamis (27/08/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Subulussalam M. Rasyid Bancin didampingi Sekretaris Daerah Asrul Asani, Kepala Bappeda Fitri, serta Kabid BPKD Sari Mula.
Mereka menyampaikan kondisi dan kebutuhan fiskal daerah kepada jajaran Komisi XI, termasuk Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Haekal.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari strategi Pemko Subulussalam untuk membuka peluang penambahan TKD, baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Block Grant (BG), DAU Specific Grant (SG), maupun Dana Bagi Hasil (DBH).
Pemko menilai langkah itu penting karena keuangan daerah masih sangat bergantung pada transfer pemerintah pusat.
Saat ini, penerimaan dari sumber tersebut disebut mencapai hampir 80 persen dari total pendapatan daerah.
Atas kondisi itu, Pemko Subulussalam mendorong agar formula pembagian DAU dikaji dan dihitung kembali dengan mempertimbangkan karakteristik, kebutuhan, serta kondisi riil daerah.
Wali Kota M. Rasyid Bancin mengatakan perjuangan memperoleh tambahan TKD tidak cukup hanya melalui komunikasi politik.
Menurut dia, langkah tersebut harus didukung data yang akurat dan mutakhir agar kondisi Subulussalam tergambar secara objektif dalam proses penghitungan dan penetapan alokasi transfer.
Karena itu, komunikasi dengan Komisi XI DPR RI dan Kementerian Keuangan diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Pemko ingin memastikan aspirasi daerah terus menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan maupun evaluasi kebijakan TKD.
Selain jalur teknis dan administratif, Rasyid juga membangun komunikasi politik dengan anggota DPR RI untuk memperkuat dukungan terhadap kebutuhan fiskal Subulussalam.
Tambahan TKD diharapkan dapat memperkuat kapasitas fiskal sehingga pemerintah daerah memiliki ruang lebih besar untuk membiayai pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Insya Allah, semoga Allah SWT mengabulkan usaha dan doa kita bersama,” tukas HRB.(MB07)













