Tiga Tahun Lumpuh dan Tinggal di Rumah Kebun, Jumino Dievakuasi ke RSU Datu Beru

Proses evakuasi Jumino, warga yang mengalami kelumpuhan. (insert) Baitul Mal Aceh Tengah saat menjenguk Jumino. Kamis 27 Agustus 2026 [Dok. Baitul Mal Aceh Tengah/rahasiaumum.com]

Takengon. RU – Jauh dari permukiman warga, Jumino bersama istrinya menjalani kehidupan serba terbatas di sebuah rumah kebun di Dusun Mas Arba, Kampung Arul Badak, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah.

Kondisi itu dijalaninya setelah kelumpuhan pada kedua kaki membuat aktivitas dan pengobatannya terhenti.

Jumino mengalami kelumpuhan selama lebih dari tiga tahun akibat kecelakaan.

Ia sebelumnya sempat mendapat perawatan hingga dirujuk ke rumah sakit provinsi, tetapi keterbatasan biaya membuat proses pengobatan tidak dapat dilanjutkan.

Kondisi tersebut akhirnya mendapat perhatian Baitul Mal Aceh Tengah.

Bersama instansi terkait dan aparatur Muspika Pegasing, tim gabungan mengevakuasi Jumino dari tempat tinggalnya menuju RSU Datu Beru Takengon untuk memperoleh penanganan medis, Selasa, 24 Agustus 2026.

Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Tengah, Majid, SE, M.A.P, mengatakan evakuasi tersebut merupakan bagian dari upaya membantu seorang mustahiq fakir yang membutuhkan penanganan kesehatan.

“Kami dari Baitul Mal Aceh Tengah bersama tim gabungan melakukan evakuasi dan rujukan kesehatan terhadap seorang Mustahiq Fakir yang mengalami kelumpuhan dari Dusun Mas Arba, Kampung Arul Badak ke RSU Datu Beru Takengon. Mustahiq tersebut sudah menderita kelumpuhan kaki lebih dari 3 tahun yang disebabkan oleh suatu musibah kecelakaan sebelumnya,” kata Majid kepada rahasiaumum.com, Kamis (27/08/2026).

Menurut Majid, Jumino dan istrinya selama ini menempati rumah kebun milik warga lain yang lokasinya terasing dari perkampungan.

”Jumino bersama sang istri menempati rumah kebun milik orang lain yang terasing dari perkampungan dan sangat tidak layak ditempati,” ujarnya.

Untuk memastikan kehidupan mereka lebih baik, Baitul Mal Aceh Tengah telah menyiapkan rumah layak huni di Kampung Mongal. Jumino dan istrinya akan direlokasi ke tempat tersebut setelah proses penanganan medis.

Selain tempat tinggal, Baitul Mal juga berencana memberikan bantuan modal usaha.

Bantuan itu diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan bagi pasangan tersebut sekaligus membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baitul Mal Aceh Tengah menyatakan akan terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang mengalami keterbatasan dan termasuk dalam delapan golongan penerima zakat atau asnaf sesuai ketentuan Al-Qur’an.(BI09)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...