Redelong. RU – Harga semen di Kabupaten Bener Meriah saat ini menembus angka Rp105 ribu per sak.
Selain harga yang melonjak, distribusi pasokan dari Medan juga terganggu akibat antrean panjang dan diduga dipengaruhi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Sejumlah toko bangunan di daerah itu pun terpaksa menghentikan penjualan semen karena khawatir harga yang tinggi akan membebani masyarakat.
“Saya kasihan kepada masyarakat. Kalau dijual sekarang, harganya bisa mencapai sekitar 105 ribu per sak. Karena itu saya memilih menghentikan penjualan,” kata seorang pemilik toko bangunan di Redelong, Rabu (29/07/2026).
Untuk mendapatkan stok, ia mengaku harus menunggu sekitar satu pekan, sementara proses distribusi kerap terhambat akibat antrean panjang.
“Di pabrik sudah harus mengantre. Setelah itu, truk pengangkut juga masih harus mengantre di Kutablang, Bireuen. Akibatnya pasokan menjadi lambat,” katanya.
Ia khawatir, jika kondisi ini tidak segera diatasi, dampaknya akan dirasakan tidak hanya oleh pelaku usaha bahan bangunan, tetapi juga masyarakat yang sedang membangun rumah dan pemerintah yang tengah menjalankan proyek infrastruktur.
“Pemerintah harus segera mencari solusi agar harga semen kembali normal. Kalau tidak, pembangunan akan terdampak. Apalagi Aceh baru saja menghadapi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang membutuhkan banyak pekerjaan rehabilitasi,” ujarnya.(TH05)













