Bunuh Teman Karena Sakit Hati, Aan Divonis 15 Tahun Penjara

Ilustrasi pembacokan
Ilustrasi - Kasus pembacokan hingga tewas di Aceh Timur. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Idi. RU – Pengadilan Negeri Idi menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada Ansari alias Aan, warga Dusun Buket Jeumpa, Desa Teumpeun, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, dalam perkara pembunuhan terhadap Khairul Nasri bin M. Amin.

Vonis dibacakan Ketua Majelis Hakim Mustabsyirah didampingi hakim anggota Notodiguno dan Yoga Adi Prabowo dalam sidang pada Jumat, 22 Mei 2026. 

Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Idi, Mochamad Bayyoumi Al Kautsar, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin, 29 Desember 2025 sekitar pukul 16.15 WIB di Dusun Pondok Seng, Desa Kebun Teumpeun, Kecamatan Peureulak Barat.

Kejadian bermula saat terdakwa berpapasan dengan korban yang hendak pergi ke kebun sawit menggunakan sepeda motor. Terdakwa lalu meminta tumpangan kepada korban.

“Di tengah perjalanan, terdakwa menerima perkataan dari korban yang dianggap menyakitkan,” kata Mochamad, Sabtu, 23 Mei 2026.

Majelis hakim menilai terdakwa menyimpan sakit hati karena merasa kerap dipermalukan korban.

Emosi yang memuncak membuat terdakwa kemudian menyerang korban menggunakan parang.

Korban dibacok berulang kali pada bagian wajah, leher, dada, dan bahu hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Dalam persidangan, majelis hakim menyimpulkan pembunuhan itu tidak direncanakan sebelumnya, melainkan terjadi akibat luapan emosi sesaat.(TH05)

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...