Subulussalam. RU – Ruas Jalan Nyak Adam Kamil di kawasan Pasar Harian Kota Subulussalam masih dipadati pedagang yang menggelar lapak di badan jalan, Kamis (23/04/2026).
Kondisi ini terjadi meski pemerintah telah menyediakan lokasi khusus untuk aktivitas jual beli.
Sejumlah pedagang memilih bertahan di bahu jalan dengan alasan ekonomi.
Mereka menilai lokasi resmi yang disiapkan sepi pembeli sehingga berdampak pada penurunan pendapatan.
Erna, salah satu pedagang, mengaku terpaksa kembali berjualan di pinggir jalan setelah mencoba menempati kios yang disediakan pemerintah.
“Saya berjualan di sini karena kalau di dalam tempat yang disediakan pemerintah itu jualan saya tidak laku. Sebelumnya saya sudah mencoba berjualan di lokasi kios yang disediakan, tapi terpaksa keluar lagi,” ujarnya.
Situasi ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Subulussalam, terutama Dinas Perhubungan.
Imbauan untuk mengosongkan bahu jalan dan trotoar telah berulang kali disampaikan, khususnya di area Pasar Rakyat Kecamatan Simpang Kiri yang memiliki tingkat kepadatan tinggi.
Pemerintah menilai keberadaan lapak di atas badan jalan mengganggu kelancaran arus kendaraan.
Selain memicu kemacetan, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan dan pedagang.
Padahal, fasilitas pasar dengan kios bersekat telah disiapkan guna menampung aktivitas perdagangan.
Masyarakat berharap ada langkah konkret agar penataan tidak sekadar relokasi, tetapi mampu menarik pembeli ke dalam area pasar sehingga ketertiban di sepanjang Jalan Nyak Adam Kamil dapat terjaga tanpa merugikan pelaku usaha kecil.(MB017)














