Subulussalam. RU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh mengalokasikan anggaran signifikan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Kota Subulussalam tahun ini.
Kebijakan tersebut diambil guna mengatasi kerusakan ruas provinsi yang selama ini menghambat mobilitas warga.
Langkah itu terungkap setelah anggota DPRK Subulussalam, Ardhi Yanto, mendatangi kantor PUPR Aceh untuk mendorong percepatan penanganan titik rawan.
Ardhi menyampaikan, Kepala Dinas PUPR Aceh Mawardi Nur merinci adanya dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp16 miliar yang difokuskan melanjutkan pembangunan jalan di Kecamatan Runding.
Sementara perbaikan ruas lain akan diupayakan melalui anggaran reguler pemerintah provinsi.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp8 miliar untuk penanganan jalan dari arah Aceh Tenggara menuju Subulussalam.
Pekerjaan tahun ini mencakup kelanjutan ruas dari batas Aceh Selatan hingga perbatasan Kecamatan Runding.
“Untuk Kota Subulussalam tahun ini ada program dari Dana TKD sebesar Rp16 miliar untuk melanjutkan pembangunan jalan di wilayah kecamatan Runding. Untuk jalan Subulussalam menuju Aceh Tenggara tahun ini ada Rp8 miliar,” kata Ardhi Yanto kepada rahasiaumum.com, Sabtu (18/04/2026).
Ia menambahkan, Sekretaris Dinas PUPR Aceh A. Ricky Soehady bersama tim teknis telah turun ke lapangan melakukan survei kondisi jalan secara menyeluruh.
Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar penentuan metode penanganan, mulai pelapisan ulang hingga rekonstruksi total.
Untuk ruas Gelombang menuju Muara Situlen, dinas akan menyusun dokumen perencanaan pada tahun ini agar pekerjaan fisik ke depan memiliki dasar teknis kuat dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan berjalan lancar sehingga infrastruktur layak segera terwujud. Pemerintah menekankan kualitas pengerjaan harus memenuhi standar keamanan transportasi darat.(MB017)














