Kakao Kutacane Masuk 50 Besar Dunia

Petani Kakao Kabupaten Aceh Tenggara. Kamis 25 September 2025. [Foto Dok: rahasiaumum.com/AFW016].

Kutacane. RU – Biji Kakao asal Kutacane, Aceh Tenggara, mencatat prestasi membanggakan di tingkat internasional.

Melalui PT Kudeungoe Sugata Indonesia, Kakao dari daerah ini berhasil masuk daftar 50 kakao terbaik dunia pada ajang Cacao of Excellence 2025 yang digelar di Roma, Italia.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, Riskan, menyebut pencapaian ini menjadi bukti kualitas Kakao daerah yang diakui dunia.

“Alhamdulillah, biji Kakao Aceh Tenggara masuk 50 besar dunia. Ini membuktikan Kakao kita unggul dan berpotensi menembus pasar global,” ujar Riskan, seperti diberitakan rahasiaumum.com Kamis (25/09/2025).

Ia menambahkan, prestasi ini adalah hasil kerja keras petani Kakao serta dukungan berbagai pihak dalam menjaga mutu dan keberlanjutan produksi.

“Keberhasilan ini akan menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan kualitas,” katanya.

Direktur PT Kudeungoe Sugata Indonesia, Mirza, mengatakan penilaian dilakukan ketat oleh juri internasional berdasarkan cita rasa, aroma, dan karakteristik biji Kakao. Hasilnya diumumkan September 2025 setelah seleksi yang berlangsung sejak Juni 2024.

“Masuknya Kakao Kutacane ke 50 besar dunia menjadi penghargaan dan dorongan untuk meningkatkan produksi serta memperluas pasar,” ujarnya.

PT Kudeungoe Sugata Indonesia selama ini fokus memproduksi good fermented beans atau biji Kakao hasil fermentasi berkualitas tinggi.

Perusahaan juga rutin mendampingi petani agar mampu menghasilkan Kakao berstandar internasional.

“Capaian ini diharapkan mendorong ekonomi petani dan memperkuat posisi Aceh Tenggara sebagai sentra Kakao unggulan di Indonesia,” kata Mirza.

Sebelumnya, Kakao Kutacane juga sukses menembus sembilan besar Kakao terbaik nasional dalam kontes Kakao beberapa bulan lalu.(AFW016)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...