Tersangka Korupsi Rumah Susun Serahkan Uang Rp50 Juta ke Kejari Lhokseumawe

rp50-jta
Istri tersangka H menyerahkan uang Rp50 juta ke Kejari Lhokseumawe pada Selasa (02/09/2025) terkait tindak pidana korupsi pembangunan rumah susun di Lhokseumawe. (Foto: Dok Kejari Lhokseumawe)

Lhokseumawe. RU – Direktur PT SAS berinisial H selaku kontraktor pelaksana pembangunan rumah susun yang menjadi tersangka kasus korupsi, menyerahkan uang Rp50 Juta kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe untuk disita.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lhokseumawe Therry Gutama mengatakan, uang sebanyak Rp50 juta itu disita terkait tindak pidana korupsi pembangunan rumah susun Politeknik Negeri Lhokseumawe.

“Uang sebesar Rp50 juta tersebut disita setelah tersangka H menyerahkan atas kesadaran sendiri melalui istrinya. Uang tersebut dititipkan di rekening penitipan Kejari Lhokseumawe,” katanya, dikutip Rabu (03/09/2025).

Sebelumnya, penyidik Kejari Lhokseumawe menetapkan H sebagai tersangka serta menahannya pada 5 Agustus 2025.

Selain H, penyidik juga menetap tiga nama lainnya sebagai tersangka dalam perkara yang sama, yakni berinisial TFR selaku Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah I Sumatera pada Kementerian Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta BP selaku pejabat yang menandatangani surat perintah membayar pekerjaan, dan AR selaku peminjam perusahaan pelaksana pembangunan rumah susun tersebut.

Pembangunan rumah susun tersebut dibiayai dana APBN 2021 dan 2022, dengan total anggaran Rp14 miliar.

Anggarannya dialokasikan melalui Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR dan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera I Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Aceh.

“Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan rumah susun Politeknik Negeri Lhokseumawe ini dilakukan sejak Agustus 2024. Penetapan para tersangka setelah penyidik mengumpulkan keterangan dan bukti yang cukup,” kata Therry Gutama.(TH05)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...