Bawa 10 Bungkus Ganja, Pria Paruh Baya Ditangkap di Ketambe

Avatar photo
Tersangka berinisial M (55), warga Kecamatan Darul Hasanah, yang kedapatan membawa 10 bungkus ganja kering dengan berat bruto mencapai 9,45 kilogram, dan saat ini diamankan di Polres Aceh Tenggara. Jumat, 1 Agustus 2025 [Foto Dok:Polres Aceh Tenggara/rahasiaumum.com]

Kutacane. RU – Kepolisian Resor Aceh Tenggara menangkap seorang pria berinisial M (55), warga Kecamatan Darul Hasanah, karena kedapatan membawa 10 bungkus ganja kering dengan berat bruto mencapai 9,45 kilogram.

Penangkapan dilakukan pada Rabu, 30 Juli 2025 yang lalu, sekitar pukul 15.30 WIB di Desa Bener Mepapa, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara

Kasus ini terungkap berkat informasi masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas Satuan Intelijen Keamanan (Sat Intelkam) dan petugas gabungan Polres Aceh Tenggara, melakukan penyelidikan dan mendapati tersangka sedang berhenti di pinggir jalan dengan sepeda motor Honda Vario tanpa pelat nomor.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan dua karung goni putih berisi ganja yang telah dibungkus rapi menggunakan lakban coklat dan disimpan dalam sebuah keranjang plastik hijau.

“Barang bukti yang diamankan dari tersangka antara lain 10 bungkus ganja kering seberat 9.450 gram, satu unit handphone lipat, sepeda motor tanpa pelat nomor, dua karung goni putih, dan satu keranjang hijau,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Aceh Tenggara, AKP Jomson Silalahi, kepada Wartawan, Jumat (01/08/2025).

Tersangka M mengakui bahwa ganja tersebut adalah miliknya. Ia kini telah diamankan di Mapolres Aceh Tenggara dan tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satresnarkoba.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, melalui AKP Jomson menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam membantu pengungkapan kasus tersebut.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkoba. Kolaborasi dengan masyarakat sangat penting, dan kami mengimbau agar warga terus proaktif memberikan informasi,” ungkapnya.(AFW016)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...