Banda Aceh. RU – Kompetisi berjenjang dinilai menjadi salah satu kunci dalam membangun pembinaan sepak bola usia dini.
Karena itu, Liga U-16 Antar-Sekolah Sepak Bola (SSB) Kota Banda Aceh diharapkan terus berlanjut sebagai wadah pengembangan talenta pemain muda.
Anggota DPRK Banda Aceh, Iqbal Djohan, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan liga edisi perdana yang berlangsung selama lima bulan dan menuntaskan 36 pertandingan tersebut.
Dalam kompetisi itu, SSB PSAN Neusu keluar sebagai juara pertama, disusul SSB Barona di posisi kedua dan SSB Talenta di peringkat ketiga.
“Alhamdulillah, Liga U-16 Antar-SSB Kota Banda Aceh sudah selesai terlaksana dengan sukses. Terima kasih kepada Dispora Banda Aceh dan seluruh panitia pelaksana. Terima kasih juga kepada seluruh pengurus, manajer, orang tua, dan para pemain SSB yang telah berpartisipasi dalam liga edisi perdana ini,” ujar Iqbal kepada rahasiaumum.com, Senin (02/11/2026).
Politisi Partai NasDem itu menilai sistem liga memberikan kesempatan kepada pemain untuk mengasah kemampuan teknik, fisik, mental, dan pemahaman taktik melalui pertandingan rutin.
“Melalui sistem liga, proses pembinaan bisa berjalan lebih terarah. Pelatih dapat mengevaluasi perkembangan pemain dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” jelasnya.
Menurut Iqbal, kompetisi berkelanjutan juga memberikan kesempatan bermain lebih merata.
Pelatih dapat mengatur menit bermain, mencoba pemain di posisi berbeda, serta memberi kesempatan kepada mereka yang belum menjadi pilihan utama.
“Melalui sistem liga, pemain belajar menghadapi berbagai situasi, baik ketika menang maupun kalah. Mereka juga belajar bangkit setelah kekalahan, menjaga konsistensi, dan disiplin menjalani kompetisi dalam jangka panjang. Ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan,” ungkapnya.
Iqbal menambahkan, selama kompetisi berlangsung, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banda Aceh telah memantau sejumlah pemain yang menunjukkan kualitas dan konsistensi permainan.
Hasil pemantauan tersebut diharapkan menjadi dasar untuk mengidentifikasi talenta potensial yang dapat dikembangkan ke jenjang pembinaan lebih tinggi.
Ia berharap Liga U-16 Antar-SSB tidak berhenti pada penyelenggaraan perdana, tetapi menjadi agenda berkelanjutan untuk memperkuat pembinaan sepak bola di Banda Aceh.
Dengan demikian, kompetisi tersebut tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi wadah tumbuhnya pesepak bola muda potensial yang mampu membawa nama Banda Aceh ke tingkat lebih tinggi.(RSR12)













