Akses Terputus akibat Banjir, Warga Gayo Lues Seberangkan Jenazah dengan Perahu

Tampak sejumlah warga menyeberankan jenazah menggunakan perahu karet akibat akses jalan terputus di Kampung Uyen, Gayo Lues. Sabtu 31 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/*]

Gayo Lues. RU – Banjir yang memutus akses jalan tidak menghalangi warga Kampung Uyen, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, untuk mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman terakhir.

Warga terpaksa menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai berarus deras menuju tempat pemakaman umum (TPU) di Kampung Pasir, Sabtu (31/10/2026).

Dengan bergotong royong, warga bahu-membahu membawa jenazah melintasi sungai.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena derasnya arus air dan terbatasnya akses transportasi akibat banjir.

Proses penyeberangan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Warga saling membantu memastikan jenazah dapat diseberangkan dengan aman hingga tiba di lokasi pemakaman.

Salah seorang warga yang ikut membantu mengatakan, terputusnya akses jalan membuat masyarakat tidak memiliki banyak pilihan untuk mengantarkan jenazah ke TPU.

“Jalan sudah tidak bisa dilalui karena banjir. Mau tidak mau, kami harus menggunakan perahu untuk menyeberangkan jenazah. Kami bersama-sama membantu agar almarhum bisa segera dimakamkan,” ujar warga tersebut.

Menurut warga, kondisi itu memperlihatkan beratnya dampak banjir terhadap kehidupan masyarakat, termasuk ketika mereka harus menjalankan keperluan mendesak seperti mengantarkan jenazah.

Peristiwa tersebut sekaligus menggambarkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Gayo Lues dalam menghadapi keterbatasan akses di tengah kondisi bencana.(*)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...