Ibunda Guru Didorong Berperan dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Aceh

Ibunda Guru Aceh Marlina Usman saat memakaikan selempang kepada salah seorang Ibunda Guru Kabupaten di Aceh. Sabtu 24 Oktober 2026 [Dok. Biro Adpim Setda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Ibunda Guru memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung perjuangan para guru, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), profesionalisme, perlindungan, dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Hal itu disampaikan Ibunda Guru Aceh Marlina Usman seusai melantik Ibunda Guru kabupaten dan kota se-Aceh di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Sabtu (24/10/2026) sore.

“Selamat dan terima kasih atas kesediaan ibu-ibu semua sebagai Ibunda Guru di kabupaten dan kota masing-masing. Kami percaya, amanah yang diberikan kepada Ibunda semua akan meneguhkan semangat kita dalam upaya meningkatkan kapasitas dan tentu saja kesejahteraan para guru,” ujar Kak Na.

Istri Gubernur Aceh tersebut menjelaskan, Ibunda Guru bertugas membantu perjuangan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dalam memajukan pendidikan.

Upaya itu mencakup peningkatan kesejahteraan, profesionalisme, serta perlindungan guru, pendidik, dan tenaga kependidikan di wilayah masing-masing.

Selain itu, Ibunda Guru diharapkan membantu mewujudkan visi, misi, dan program kerja pendidikan Pemerintah Aceh bersama PGRI.

Mereka juga berperan memberikan bimbingan, saran, pendapat, dan pertimbangan terkait program yang relevan untuk memajukan pendidikan di daerah.

“Ibunda Guru juga memiliki tugas Mendukung penguatan program pemberdayaan guru, pendidikan dan tenaga kependidikan, khususnya guru perempuan, dan mengembangkan kemandirian dan peningkatan literasi guru, pendidik dan tenaga kependidikan,” ungkap Kak Na.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekda Aceh bidang Pemerintahan dan Keistimewaan serta Kesejahteraan Rakyat Syakir, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, Ketua PGRI Aceh Almunzir, Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(R10)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...