Jembatan Sempit di Depan SMPN 1 Lembah Sabil Dinilai Rawan Kecelakaan

Jembatan sempit di depan SMP Negeri 1 Lembah Sabil, Abdya, hanya cukup dilalui satu kendaraan roda empat sehingga pengendara harus berhati-hati saat berpapasan. Jumat 23 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/T08]

Blangpidie. RU – Jembatan di depan SMP Negeri 1 Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dinilai perlu segera diperlebar karena berisiko memicu kecelakaan.

Jembatan yang hanya cukup dilalui satu kendaraan roda empat itu mengharuskan pengendara dari arah berlawanan melintas secara bergantian.

Jembatan yang diperkirakan dibangun sejak era 1980-an tersebut dinilai tidak lagi memadai seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

Padahal, jalur itu masih menjadi akses penting bagi warga pesisir menuju pusat Kecamatan Lembah Sabil.

Risiko kecelakaan meningkat ketika mobil berpapasan dengan sepeda motor.

Sejumlah warga menyebut, beberapa insiden senggolan telah terjadi di lokasi tersebut.

Tokoh masyarakat setempat, Lukman, berharap pemerintah segera mengevaluasi kondisi jembatan dan mengkaji opsi pelebaran atau pembangunan jembatan baru.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Pemerintah tidak seharusnya menunggu hingga terjadi kecelakaan yang lebih serius untuk mengambil tindakan,” kata Lukman.

Kekhawatiran serupa disampaikan Linawati, warga yang rutin melintasi jembatan itu untuk mengantar dan menjemput anaknya bersekolah.

Ia mengaku khawatir setiap kali harus berpapasan dengan kendaraan lain di jembatan yang sempit tersebut.

Linawati berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar jembatan lebih aman dilalui, terutama oleh pelajar dan warga yang setiap hari menggunakan jalur itu.

Pemerintah Kabupaten Abdya melalui instansi terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan teknis dan memasukkan penanganan jembatan tersebut ke dalam prioritas pembangunan sesuai tingkat urgensinya.

Sambil menunggu penanganan permanen, pemasangan rambu peringatan dan pengaturan arus kendaraan juga perlu dipertimbangkan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Evaluasi dinilai mendesak agar kondisi jembatan yang telah berusia puluhan tahun itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Keselamatan pengguna jalan diharapkan menjadi pertimbangan utama sebelum terjadi kecelakaan yang lebih serius.(T08)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...