Redelong. RU – Putusnya jembatan di Simpang Kampung Sukaramai Atas, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengganggu akses warga antarkampung.
Kondisi tersebut juga menyebabkan tiga orang, yakni pasangan suami istri dan seorang balita, mengalami kecelakaan saat melintasi jalur darurat.
Jembatan tersebut terputus pada Minggu, 11 Oktober 2026 setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah dataran tinggi Gayo.
Derasnya arus sungai menggerus tanah di bagian penghubung jembatan sehingga akses itu tidak dapat dilalui secara normal.
Jembatan tersebut merupakan salah satu jalur penghubung yang digunakan warga sejumlah kampung untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Terputusnya akses itu membuat mobilitas masyarakat terganggu.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ketika tiga warga Kampung Bukit Pepanyi, Kecamatan Wih Pesam, melintasi jalur darurat di sekitar jembatan yang terputus.
Ketiganya adalah Sahrul (35), istrinya, Nadari Ernita (35), serta anak mereka yang berusia tiga tahun.
Mereka terperosok saat melintasi jalur tersebut.
Kepala Desa Bukit Pepanyi, Budi Santoso, membenarkan bahwa korban merupakan warganya.
Ia mengatakan, Sahrul bersama istri dan anaknya telah dibawa ke RSUD Muyang Kute untuk mendapatkan penanganan medis.
“Sudah dibawa ke Muyang Kute. Kondisi Sahrul terkilir katanya, kalau Nadari masih di IGD. Itu cuma yang kita tahu saat ini. Anaknya enggak apa-apa,” ujar Budi kepada rahasiaumum.com, Senin (12/10/2026).
Sementara itu, warga setempat, Try Ali Mahsyar, mengatakan para korban sebelumnya telah diperingatkan agar tidak melintasi jalur tersebut karena kondisinya belum aman untuk dilewati.
”Sebelumnya mereka sudah di kasih tau jangan dulu melewati jalan itu, namun masih tetap jalan. Akhirnya terperosok bersama istri dan anaknya.” Ujar Ali kepada rahasiaumum.com.
Menurut Ali, setelah kecelakaan terjadi, para korban langsung dibawa ke RSUD Muyang Kute untuk mendapatkan penanganan medis.
”Kabarnya istri (korban) dirawat di IGD. Dlokasi kejadian, ada juga mobil yang terperosok, sekarang sudah dievakuasi,” ucapnya.
Selain menyebabkan kecelakaan, putusnya jembatan tersebut masih menjadi kendala bagi warga yang mengandalkan jalur itu untuk beraktivitas.
Kondisi jalur darurat yang belum aman juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.(BI09)













