Hujan Turun Semalam, Warga Abdya Lega Kabut Asap Mulai Menipis

Tampak kondisi Langit di kawasan Abdya mulai cerah dan kabut asap yang beberapa hari ini meutupi terlihat mereda. Senin 19 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/T08]

Blangpidie. RU – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Minggu (18/10/2026) malam, membawa perubahan pada kondisi udara.

Pada Senin (19/10/2026), langit tampak lebih cerah dan kabut asap yang sebelumnya mengganggu warga mulai berkurang.

Kondisi tersebut disambut lega masyarakat yang berharap hujan dapat membantu memperbaiki kualitas udara.

Kabut asap yang muncul sebelumnya diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Namun, kondisi udara di setiap wilayah masih perlu dipastikan melalui pemantauan lebih lanjut.

Salah seorang warga Panton Makmur, Yusnidar, mengaku bersyukur hujan turun sehingga kondisi udara terasa lebih nyaman.

“Alhamdulillah, kami bersyukur hujan turun. Asap yang sebelumnya terasa mengganggu sekarang sudah berkurang, sehingga udara terasa lebih nyaman,” ujar Yusnidar kepada rahasiaumum.com.

Menurut dia, berkurangnya kabut asap membuat aktivitas warga yang sebelumnya terganggu mulai berjalan lebih normal.

Ia berharap hujan terus turun agar asap tidak kembali menyelimuti kawasan permukiman.

“Kami berharap hujan terus turun supaya asap benar-benar hilang dan warga bisa beraktivitas dengan lebih nyaman,” ujarnya.

Meski kabut asap mulai berkurang, masyarakat tetap diminta mewaspadai perubahan kualitas udara.

Perubahan arah angin dan kebakaran yang masih berlangsung di wilayah lain berpotensi membawa asap kembali ke Abdya.

Warga, terutama anak-anak, lanjut usia, dan penderita penyakit pernapasan, dianjurkan menjaga kesehatan serta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap kembali muncul.

Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi pemerintah daerah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan cuaca dan kualitas udara.(T08)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...