Kabut Asap Selimuti Aceh Tamiang, 5.000 Masker Dibagikan kepada Warga

BPBD Aceh Tamiang Bagikan 5000 masker kepada warga. Rabu 14 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/S04]

Kualasimpang. RU – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (14/10/2026), menyebabkan jarak pandang menurun, mulai dari Kecamatan Karang Baru hingga pusat Kota Kualasimpang.

Asap tersebut diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Palembang.

Merespons kondisi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan tim SAR membagikan 5.000 lembar masker kepada warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Ketua FPRB Aceh Tamiang, Erwan, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari paparan kabut asap.

Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan penderita gangguan pernapasan.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah jika kabut asap semakin pekat serta menggunakan masker saat berada di luar ruangan guna melindungi saluran pernapasan.

Meski kabut asap mengganggu aktivitas warga, kegiatan ekonomi di Kota Kualasimpang masih berjalan normal.

Lalu lintas, pertokoan, dan pasar tradisional tetap beroperasi seperti biasa.

Namun, warga mulai meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker secara mandiri.

Pengendara juga diingatkan untuk berhati-hati, terutama pada pagi dan malam hari saat jarak pandang menurun.

Pengemudi diminta menyesuaikan kecepatan dan menjaga jarak aman untuk mencegah kecelakaan.

Sementara itu, warga saling mengingatkan agar membatasi kegiatan di luar rumah selama kondisi asap belum membaik.

Pihak berwenang terus memantau perkembangan kabut asap di wilayah Aceh Tamiang.(S04)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...