Banda Aceh Siapkan Strategi Mitigasi Bencana 2027–2030

Tampak Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal saat menjadi narasumber pada kegiatan U DARE 1.0 di auditorium FMIPA USK. Kamis 15 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/RSR12]

Banda Aceh. RU – Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat upaya mitigasi bencana untuk periode 2027–2030 melalui pengembangan infrastruktur evakuasi, pemanfaatan kajian ilmiah, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di tingkat gampong.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, pengalaman tsunami 2004 menjadi pelajaran penting dalam membangun kota yang tangguh terhadap berbagai ancaman, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, cuaca ekstrem, hingga abrasi pesisir.

Hal itu disampaikan Illiza dalam kegiatan U-DARE 4.0 di Auditorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (USK), Kamis, 15 Oktober 2026.

Saat ini, Banda Aceh memiliki tujuh gedung evakuasi vertikal, tiga sistem peringatan dini tsunami, serta enam titik pemantauan banjir dan hidrometeorologi.

Namun, keberadaan fasilitas tersebut perlu diimbangi dengan pemeliharaan rutin, simulasi evakuasi, dan edukasi masyarakat.

“Kita tidak ingin masyarakat baru memikirkan bencana ketika sirene berbunyi. Kesiapsiagaan harus menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujar Illiza kepada rahasiaumum.com, Jumat (16/10/2026).

Pemko Banda Aceh juga mendorong penguatan peran gampong dalam mitigasi bencana, termasuk memastikan perlindungan bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Gampong Deah Glumpang dan Gampong Jawa yang memperoleh pengakuan UNESCO-IOC Tsunami Ready pada 2024 menjadi contoh penerapan kesiapsiagaan berbasis masyarakat.

Illiza menegaskan, pembangunan kota tangguh bencana membutuhkan kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan media.

Selain itu, Banda Aceh diarahkan menjadi living laboratory kebencanaan untuk mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dalam menghadapi risiko bencana dan cuaca ekstrem.(RSR12)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...