Banda Aceh. RU – Partai Nanggroe Aceh (PNA) resmi berganti nama menjadi Partai Nusantara Aceh setelah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengesahan perubahan nama tersebut kepada Ketua Umum Partai Nusantara Aceh periode 2026–2031, Misbahul Munir.
Penyerahan SK tersebut sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru hasil Kongres II PNA periode 2026–2031 dan menjadi momentum penting dalam perjalanan organisasi politik tersebut.
Misbahul Munir menegaskan, perubahan nama dari Partai Nanggroe Aceh menjadi Partai Nusantara Aceh ini menjadi bagian dari upaya pembaruan dan penguatan kelembagaan partai.
“Perubahan nama ini bukan sekadar perubahan nomenklatur, tetapi merupakan bagian dari perjalanan organisasi untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kami ingin membangun Partai Nusantara Aceh yang lebih demokratis, modern, terbuka, dan dekat dengan masyarakat,” katanya dikutip Rabu (16/09/2026).
Ia berharap, nama baru tersebut membawa semangat baru bagi seluruh jajaran partai untuk memperkuat peran Aceh dalam kehidupan politik nasional, tanpa meninggalkan nilai-nilai, sejarah, dan kekhususan Aceh.
Sementara itu, Kepala Kanwil Hukum Aceh, Meurah Budiman menyampaikan bahwa penyerahan SK tersebut merupakan bagian dari proses administrasi hukum atas perubahan nama dan kepengurusan partai, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan terbitnya SK tersebut, Partai Nusantara Aceh kini resmi menjalankan roda organisasi di bawah kepemimpinan Misbahul Munir sebagai Ketua Umum periode 2026–2031, sekaligus menandai fase baru perjalanan organisasi setelah pelaksanaan Kongres II PNA.(TH05)













