Pemkab Siapkan Penampungan Sementara Korban Kebakaran Desa Bambel Gabungan

Wakil Bupati Aceh Tenggara, Heri Al Hilal saat meninjau lokasi pengungsian sementara pasca kebakaran di desa Bambel Gabungan. Rabu 16 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/AFW11]

Kutacane. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menyiapkan tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Desa Bambel Gabungan, Kecamatan Bambel, Rabu (16/09/2026).

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Aceh Tenggara Heri Al Hilal saat meninjau lokasi kebakaran di kawasan Simpang Kelapa Gading, Rabu malam, untuk memastikan kondisi serta kebutuhan keluarga terdampak.

Heri melihat lokasi yang dipersiapkan sebagai tempat penampungan sementara, termasuk rencana pendirian tenda darurat.

Kantor Kepala Desa Bambel Gabungan juga dipertimbangkan untuk digunakan sementara oleh keluarga korban.

“Yang paling utama sekarang adalah keselamatan warga dan bagaimana mereka mendapatkan tempat yang layak untuk sementara waktu,” kata Heri.

Menurut Heri, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa tanggap darurat.

“Kami akan melihat kebutuhan warga di lapangan, termasuk tenda darurat dan tempat yang bisa digunakan sementara oleh keluarga korban. Kantor desa juga kita lihat kondisinya, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan untuk membantu warga selama masa tanggap darurat,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Heri didampingi Plt Kepala Inspektorat Aceh Tenggara Zul Fahmi, Kepala Dinas Pariwisata Bakri Saputra, Kapus Biak Moli, Kabag Kesra, serta Kapolsek Bambel Iptu Yusnaidi.

Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Aceh Tenggara, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.

Petugas mengerahkan enam unit armada pemadam kebakaran ke lokasi.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB setelah penanganan melibatkan TNI, Polri, dan masyarakat.

BPBD mencatat sebanyak 13 rumah terdampak, dengan rincian 10 rumah rusak berat dan tiga lainnya rusak ringan.

Kebakaran tersebut berdampak terhadap 13 kepala keluarga atau 59 jiwa.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa itu. Adapun penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib.(AFW11)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...