Langsa. RU – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Langsa, pada tahun ini menemukan 17 kasus baru warga terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV).
“Sepanjang tahun ini hingga September, tercatat 17 kasus baru ditemukan, dengan 11 di antaranya berdomisili di Kota Langsa,” ujar Plt Kepala Dinkes PPKB Kota Langsa, Vivi Handayan dikutip Rabu (16/09/2026).
Ia menjelaskan, saat ini, Dinkes PPKB Kota Langsa mencatat sebanyak 223 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) sedang menjalani pengobatan hingga September 2026.
Dari total angka itu, 68 kasus merupakan warga berdomisili di Kota Langsa, sementara 155 kasus lainnya berasal dari luar daerah yang melakukan terapi pengobatan di Kota Langsa.
Vivi mengatakan, kasus paling banyak terdeteksi berada pada kelompok usia produktif, yaitu antara 20 hingga 45 tahun. Namun, penemuan kasus juga ada yang ditemukan pada usia remaja.
Berdasarkan data Dinkes, faktor utama penularan HIV di wilayah tersebut masih didominasi oleh perilaku berisiko atau perilaku yang salah. Adapun secara pemetaan wilayah, Kecamatan Langsa Lama menjadi area dengan catatan kasus HIV terbanyak di Kota Langsa.
Mengenai penanganan medis, Kota Langsa saat ini didukung oleh delapan fasilitas kesehatan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP).
Layanan tersebut tersebar di lima puskesmas yakni Puskesmas Langsa Timur, Langsa Kota, Langsa Barat, Langsa Baro, dan Langsa Lama serta tiga rumah sakit, yaitu RSUD Langsa, RSCM, dan RS CND Langsa.
“Kita pastikan semua ketersediaan dan pelaksanaan pengobatan di fasilitas kesehatan tersebut sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala,” ucapnya.
Meski demikian, pendampingan terhadap pasien saat ini masih terbatas dan hanya diampu oleh petugas PDP faskes karena belum tersedianya tim pendamping khusus.(TH05)













