100 Tahun Gontor, Rasyid Bancin Tekankan Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan

Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin hadiri malam peradaban di gedung MPR RI. Minggu 6 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/MB07]

Jakarta. RU – Peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya pendidikan dalam membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia.

Hal itu mengemuka dalam Malam Peradaban: Penggerak Pendidikan yang dihadiri Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin di Gedung Nusantara IV DPR/MPR RI, Jakarta, Minggu (06/09/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Seratus Tahun Mendidik, Membangun Peradaban” tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.

Rasyid Bancin menilai pendidikan tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia, karakter, kapasitas, serta masa depan generasi muda.

Bagi Pemerintah Kota Subulussalam, pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam arah pembangunan daerah.

Karena itu, berbagai gagasan dan praktik baik di bidang pendidikan perlu dipelajari dan dikembangkan sesuai kebutuhan daerah.

Momentum satu abad Gontor juga menjadi refleksi bahwa pendidikan yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan dapat melahirkan generasi berpengetahuan sekaligus memiliki karakter dan nilai kehidupan.

Malam Peradaban turut mempertemukan pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap kemajuan pendidikan Indonesia.

Kolaborasi antarelemen dinilai penting untuk menjawab tantangan pendidikan, mulai dari kualitas pembelajaran, pembentukan karakter, penguasaan teknologi hingga kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

Bagi Subulussalam, pengalaman dan jejaring yang diperoleh dari forum tersebut diharapkan menjadi referensi dalam memperkuat kebijakan pembangunan sumber daya manusia.

Semangat “Seratus Tahun Mendidik, Membangun Peradaban” juga diharapkan menginspirasi pemerintah daerah untuk menghadirkan kebijakan pendidikan yang berdampak nyata dan berkelanjutan.

Ke depan, pendidikan diharapkan menjadi kekuatan utama dalam membentuk generasi Subulussalam yang berkarakter, berilmu, adaptif, serta mampu berkontribusi bagi daerah dan bangsa.

Peringatan 100 tahun Gontor sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun peradaban membutuhkan proses panjang, konsistensi, kolaborasi, dan investasi pada generasi masa depan.(MB07)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...