Sejak 1960 Berdiri, Desa Jamur Jelatang Masih Gunakan Eks SD untuk Kantor

Kantor Kepala Desa Jamur Jelatang Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang masih memanfaatkan eks bangunan SD swasta. Jumat 4 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/S04]

Kualasimpang. RU – Pelayanan administrasi pemerintahan Desa Jamur Jelatang, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, hingga kini masih berlangsung di bangunan eks sekolah dasar (SD) swasta yang konstruksinya terbuat dari kayu.

Datok Penghulu Kampung Jamur Jelatang, Kholidi, mengatakan bangunan tersebut telah berusia puluhan tahun.

Menurut dia, aparatur desa tetap memanfaatkannya sebagai kantor untuk melayani kebutuhan administrasi masyarakat.

“Dapat kita lihat bersama, bagaimana kondisi bangunan kantor Desa kami yang sudah tua,” ungkap Kholidi, Jumat (04/09/2026).

Ia menyebut Desa Jamur Jelatang telah berdiri sejak 1960.

Kholidi mengatakan kondisi bangunan yang mulai termakan usia itu sudah membutuhkan renovasi.

Ia berharap kantor desa dapat dibangun secara permanen seperti sejumlah kantor desa lainnya di Kabupaten Aceh Tamiang, sehingga lebih layak dan aman digunakan, terutama ketika terjadi guncangan gempa bumi.

“Meski bangunan eks sekolah, tetapi sekarang sudah menjadi aset pemerintah desa Jamur Jelatang. Niat untuk membuat bangunan kantor yang baru, kami terganjal oleh sumber pendanaannya,” sebut Kholidi.

Menurut dia, pada 2026 Desa Jamur Jelatang hanya menerima Anggaran Dana Desa (ADD) sekitar Rp 200 juta.

Anggaran tersebut harus digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pemerintahan dan pelayanan masyarakat, termasuk honor perangkat desa.

“Mulai dari kebutuhan ATK, honor perangkat sampai dengan dana peringatan hari besar keagamaan dan hari besar nasional, juga diserap menggunakan dana tersebut,” terang Kholidi.

Karena keterbatasan anggaran, pemerintah desa berharap dukungan dari pemerintah di berbagai tingkatan untuk pembangunan kantor baru.

Atas nama pemerintah desa, perangkat, dan masyarakat Jamur Jelatang, Kholidi berharap bantuan tersebut dapat diberikan mulai dari Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Pemerintah Provinsi Aceh, hingga pemerintah pusat melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), khususnya Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan.

“Kami berharap ada perhatian dan dukungan pemerintah untuk pembangunan Kantor Datok Jamur Jelatang,” kata Kholidi.(S04)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...