Banda Aceh. RU – Pemerintah Aceh memaparkan perkembangan pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi kepada pengurus Senat Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.
Paparan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik saat menerima audiensi pengurus Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry di Ruang Rapat Sekda Aceh, Jumat (04/09/2026).
Pertemuan itu membahas perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
Taufik mengapresiasi kepedulian mahasiswa yang selama ini ikut mengawal serta memantau penanganan bencana.
Menurut dia, kontrol sosial dari kalangan akademisi penting untuk memastikan setiap tahapan berjalan tepat sasaran.
Di hadapan Ketua Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Alvin dan jajaran, Taufik memaparkan kondisi pemulihan per 30 Agustus 2026.
Sejumlah progres meliputi pemulihan akses jalan nasional dan daerah, jembatan, fasilitas kesehatan, serta sarana pendidikan.
Pemerintah Aceh juga menangani pembangunan dan penyelesaian hunian sementara (huntara), penyediaan hunian tetap (huntap), serta bantuan perbaikan rumah warga terdampak.
Pemulihan lahan persawahan, tambak, dan sarana produksi masyarakat turut dilakukan untuk menggerakkan kembali perekonomian daerah.
Selain itu, pemerintah menyusun roadmap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi periode 2026–2028 yang didukung anggaran pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, termasuk melalui Transfer ke Daerah (TKD).
“Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi guna memastikan seluruh infrastruktur, layanan publik, dan roda perekonomian masyarakat kembali pulih secara berkelanjutan,” kata Plt. Sekda.(R10)













