Jumlah Pengguna Kendaraan Listrik di Aceh Naik 415 Persen

eMotor
Motor listrik mulai menjadi alternatif masyarakat di Aceh dalam memilih kendaraan di tengah persoalan ketersediaan BBM di daerah ini. [Foto: Indomobil/Rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – General Manager PLN UID Aceh, Eddy Saputra, mengatakan pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Aceh meningkat, ditunjukkan dengan naiknya jumlah pengguna mobil dan sepeda motor listrik dalam setahun terakhir.

“Populasi kendaraan listrik di Aceh pada 2026, meningkat 415 persen dibandingkan tahun 2025,” ujar Eddy Saputra, Kamis (20/08/2026).

Menurut Eddy, peningkatan tersebut menunjukkan dinamika masyarakat Aceh yang mulai beralih ke kendaraan listrik di tengah persoalan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan mesin bakar yang menggunakan bensin dan solar.

Namun, pertumbuhan pasar tersebut masih menghadapi persoalan keterbatasan showroom dan layanan purnajual.

Eddy mengatakan sebagian masyarakat Aceh masih membeli kendaraan listrik dari Medan karena pilihan showroom di Aceh terbatas. 

Peluang ini pun dimanfaatkan perusahaan Indomobil bersama mitranya PT Pelabuhan Kuala Langsa Energi (PKLE) yang baru membuka showroom dan bengkel resmi motor listrik di Banda Aceh, Kamis (20/08/2026). 

CEO Indomobil, Santiko Wardoyo, mengatakan pertumbuhan kendaraan listrik bukan sekadar mengikuti tren, tetapi berkaitan dengan kebutuhan efisiensi energi di tengah ketidakpastian harga bahan bakar dan semakin terbatasnya sumber energi fosil. 

“Kendaraan listrik bukan hanya tren, tetapi merupakan salah satu solusi untuk ke depan,” kata Santiko. 

Ia mengatakan kendaraan listrik menawarkan efisiensi, baik dari sisi penggunaan energi maupun biaya perawatan. Indomobil juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Untuk kendaraan roda dua, Santiko menyebut seluruh produk Indomobil telah diproduksi di Indonesia dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lebih dari 50 persen. Selain sepeda motor, Indomobil juga menawarkan kendaraan listrik roda empat dan kendaraan komersial.

Santiko menambahkan, pengembangan kendaraan listrik membutuhkan dukungan ekosistem, termasuk infrastruktur pengisian daya. Dimana untuk Aceh saat ini, PLN UID Aceh telah membangun 26 stasiun pengisian kendaraan listrik dan berencana menambah sekitar 20 titik lagi.

Sedangkan kekhawatiran soal ketersediaan suku cadang dan layanan purnajual, mulai dijawab oleh para pelaku dunia usaha, seiring tumbuhnya pasar kendaraan listrik di Aceh untuk memperkuat layanan kendaraan listrik, termasuk memastikan ketersediaan sparepart dan baterai.

Sementara itu, CEO PT PKLE, Nazaruddin Ibrahim, mengatakan keberadaan bengkel kendaraan listrik yang berlokasi di Kampung Ateuk Banda Aceh ini diharapkan bisa menjawab keraguan masyarakat terhadap ketersediaan suku cadang, sebelum beralih ke kendaraan listrik. 

“Showroom dan bengkel yang baru diresmikan ini merupakan yang pertama di Aceh. Namun untuk selanjutnya, kami akan membuka di seluruh wilayah Aceh agar masyarakat tidak ragu lagi membeli motor listrik karena sparepart-nya sudah tersedia,” kata Nazaruddin. 

Menurut dia, perluasan jaringan bengkel juga terbuka hingga seluruh wilayah Indonesia. Selain menjamin ketersediaan suku cadang, langkah tersebut dinilai dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Nazaruddin menyebut perawatan motor listrik relatif sederhana karena tidak menggunakan minyak atau oli seperti kendaraan konvensional. Perawatan lebih banyak berkaitan dengan pemeriksaan dan pembersihan komponen.

“Di samping ramah lingkungan, dari sisi kebersihan juga sangat terjamin,” ujarnya.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...