Banda Aceh Perkuat Riset, Brida Diintegrasikan ke Bappeda

Foto bersama Sekdako Jalaluddin saat menerima tim BRIN, di Pendopo Wali Kota Banda Aceh. Rabu 12 Agustus 2026 [Dok. Prokopim Banda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat fungsi riset dan inovasi dengan mengintegrasikan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) ke dalam Bappeda menjadi Bapperida.

Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin menyampaikan hal itu saat menerima tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Rabu (12/08/2026).

Jalaluddin mengatakan langkah tersebut diharapkan membuat hasil riset lebih mudah diterapkan menjadi kebijakan dan solusi bagi masyarakat.

“Kami berharap BRIN dapat menempatkan peneliti di Bappeda. Sekaligus mendorong pilot project di Banda Aceh untuk pemanfaatan hasil riset BRIN terkait pengelolaan sampah, bencana, energi, serta akses terhadap skema pendanaan riset,” kata Jalaluddin.

Ia menyebut Bappeda telah menghasilkan 36 kajian dalam sembilan tahun terakhir terkait UMKM, kemiskinan, sampah, drainase, transportasi, dan kebencanaan.

Banda Aceh juga memiliki inovasi digital seperti GIS Center, Command Center, dan MPP Digital.

“Tantangan kami sekarang adalah mengintegrasikan dan menaikkan levelnya, agar riset tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi jadi kebijakan dan solusi nyata. Di sini kami mengharapkan dukungan dari BRIN,” ujarnya.

Pemko telah mengusulkan penguatan bidang Brida dalam struktur Bappeda sejak 13 Januari 2026.

Sejumlah prioritas yang membutuhkan dukungan riset antara lain pengelolaan sampah, pengembangan UMKM, Banda Aceh Academy, serta Kota Parfum berbasis nilam.

Muhamad Amin dari BRIN mendukung percepatan pembentukan Bapperida di Banda Aceh.

Ia menyebut lembaganya juga siap mendorong pilot project pemanfaatan teknologi riset untuk sampah, air minum, dan kebutuhan daerah lainnya.

“Saat ini 28 provinsi dan 300 lebih kabupaten/kota sudah membentuk Brida atau Bapperida. Di Aceh baru ada di enam kabupaten/kota. Banda Aceh punya potensi besar dengan indeks daya saing tertinggi di Aceh, dan resource besar dari keberadaan USK, UIN Ar-Raniry, dan perguruan tinggi lainnya,” ujar Amin.(RSR12)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...