Kualasimpang. RU – Warga Desa Air Tenang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, mencemaskan keberadaan balok berukuran besar yang hingga kini masih bertengger di atas pagar pekarangan warga dan menjulur ke badan jalan.
Balok dengan garis tengah sekitar 37 inci atau sekitar 290 sentimeter tersebut memanjang sekitar tujuh meter.
Sebagian balok menjulur dari dalam bangunan melewati pagar hingga berada di atas badan jalan, bahkan menutupi sekitar separuh badan jalan Desa Air Tenang.
Berdasarkan pantauan rahasiaumum.com, balok tersebut terbawa arus banjir bandang pada akhir November 2025 lalu dan kemudian tersangkut di atas tembok pagar milik warga.
Keberadaan balok itu membuat warga yang setiap hari melintas merasa khawatir, terutama karena posisi balok berada tepat di atas jalan yang digunakan masyarakat.
“Ngeri-ngeri sedap kami setiap melintas jalan yang diatas kepala kita ada balok segitu besar,” ujar seorang warga setempat kepada rahasiaumum.com, Kamis (01/10/2026).
Pemilik tanah dan bangunan, Syaiful Bahri, SH, MH, mengatakan balok tersebut akan segera dipotong agar tidak lagi membahayakan warga yang melintas.
“Saat ini sedang dikerjakan pembuatan alas menggunakan cor beton sebagai tapak penyangga balok dibagian dalam bangunan. Nanti setelah semen mengeras akan kita potong balok itu sebatas pagar,” ungkap Syaiful kepada rahasiaumum.com.
Menurut Syaiful, pemotongan belum dilakukan karena tembok pagar yang menjadi tumpuan balok telah mengalami keretakan hingga pecah.
Kondisi itu membuat warga tidak berani langsung memotong balok menggunakan gergaji mesin atau chainsaw sebelum penyangga dibuat.
“Seminggu lagi cor-coran semen beton kan sudah mengeras, maka langsung kita kerat (potong) balok itu,” imbuh Syaiful.
Dua pekerja bangunan yang membuat tapak penyangga di pekarangan Syaiful juga membenarkan rencana tersebut. Mereka mengatakan balok akan dipotong setelah penyangga cukup kuat dan mengering.
“Yang kami dengar dari bapak pemilik rumah ini, balok itu akan dipotong setelah penyangga pengaman balok ini sudah mengering dan mengeras. Karena jika tidak dibuat ini, sangat beresiko terhadap orang kerja potong balok ini,” ungkap salah seorang pekerja yang mengaku warga Kampung Lalang, Kecamatan Rantau.(S04)













