DPRK Desak PUPR Subulussalam Segera Kerjakan Jalan Syekh Hamzah Fansuri-Runding

Ardhi Yanto Ujung Anggota DPRK Subulussalam dari Partai Aceh. Rabu 5 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/MB07]

Subulussalam. RU – Anggota DPRK Kota Subulussalam, Ardhi Yanto Ujung, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera merealisasikan peningkatan ruas Jalan Syekh Hamzah Fansuri menuju Kecamatan Runding.

Desakan itu disampaikan karena pekerjaan belum dimulai meski anggaran proyek disebut telah tersedia.

Politisi Partai Aceh yang akrab disapa Toto Ujung itu mengatakan, proyek tersebut telah dialokasikan melalui Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) yang dikelola Pemerintah Kota Subulussalam dengan nilai sekitar Rp4 miliar.

Menurut dia, hingga kini belum terlihat aktivitas di lapangan, sementara kondisi jalan terus memburuk dan sangat dibutuhkan masyarakat.

“Anggarannya sudah tersedia. Namun, sampai saat ini kami belum melihat adanya pekerjaan yang dimulai. Padahal masyarakat sangat membutuhkan akses jalan yang layak,” katanya seperti diberitakan rahasiaumum.com, Rabu (05/08/2026).

Ia menilai proyek tersebut harus segera direalisasikan agar kerusakan tidak semakin parah.

Selain menghambat mobilitas warga, jalan yang berlubang juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.

“Kalau terus dibiarkan, kerusakan jalan akan bertambah parah dan tentu dapat mengancam keselamatan para pengendara. Karena itu kami meminta Dinas PUPR segera melaksanakan pekerjaan sesuai rencana,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Kota Subulussalam, Irman Suryadi, memastikan peningkatan ruas Jalan Syekh Hamzah Fansuri menuju Runding tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

Irman menjelaskan, berdasarkan tahapan yang telah ditetapkan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), pekerjaan fisik dijadwalkan dimulai pada akhir Agustus 2026.

“Program tersebut sesuai jadwal di LPSE, pelaksanaannya dimulai akhir Agustus 2026,” kata Irman saat dikonfirmasi.

Ia juga memastikan seluruh ruas yang mengalami kerusakan akan ditangani sesuai pagu anggaran yang tersedia.

“Jalan yang rusak berlubang dipastikan tertutup semua sesuai anggaran yang ada. Adapun titik nol proyek dimulai dari Kampong Sikalondang menuju Kecamatan Runding,” jelasnya.(MB07)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...