Banda Aceh. RU – Jemaah haji Aceh yang tergabung dalam 14 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada pertengahan Juni 2026.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Arijal menyebutkan, kloter 1 yang saat keberangkatan tiba melalui Madinah sebagai bagian dari Gelombang I, akan kembali ke Indonesia melalui Bandara King Abdulaziz International Airport, Jeddah, pada 15 Juni 2026.
“Sedangkan 13 kloter Aceh lainnya, yakni kloter 2 hingga kloter 14 yang tergabung dalam Gelombang II, akan dipulangkan secara bertahap ke Tanah Air melalui Bandara Madinah mulai 16 Juni 2026,” ujar Arijal dikutip Rabu (03/06/2026).
Ia mengimbau, jemaah hanya membawa satu koper besar dan satu koper kecil tanpa tas tambahan guna menghindari risiko barang tercecer atau tidak terangkut.
Dalam persiapan menuju bandara, jemaah juga diminta memprioritaskan proses naik bus bagi lansia, penyandang disabilitas, perempuan, laki-laki, ketua rombongan, dan ketua kloter sesuai urutan yang telah ditetapkan.
Menjelang kepulangan ke Indonesia, jemaah diingatkan untuk mematuhi ketentuan bagasi, yakni maksimal 32 kilogram untuk bagasi tercatat dan 7 kilogram untuk bagasi kabin.
Jemaah juga dilarang membawa air zamzam ke dalam koper bagasi, koper kabin, maupun tas dalam bentuk kemasan apa pun.
“Koper akan diperiksa melalui X-Ray. Jika terindikasi membawa air zam-zam, koper tersebut akan dibongkar oleh petugas keamanan bandara,” kata Arijal.
Terkait distribusi air zamzam, dijelaskan bahwa sebanyak 5.484 botol air zamzam untuk jemaah haji Aceh telah berada di Asrama Haji Aceh dan akan diambil oleh Kementerian Agama kabupaten/kota pada 2 hingga 5 Juni 2026 untuk didistribusikan kepada jemaah di daerah masing-masing.
Sehingga jemaah tidak perlu membawa air zamzam dalam penerbangan kembali ke Tanah Air.(TH05)














