Kualasimpang. RU – Perjalanan menuju sekolah bagi anak-anak di Kampung Sulum, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, masih diwarnai perjuangan melintasi jalan berlumpur.
Setiap hujan turun, akses tanah yang menjadi satu-satunya penghubung kampung berubah licin dan dipenuhi genangan sehingga menyulitkan aktivitas warga.
Sepatu dan seragam yang semula bersih kerap dipenuhi lumpur bahkan sebelum bel masuk berbunyi.
Kondisi tersebut, menurut warga, telah berlangsung sejak kampung berdiri tanpa pernah menikmati jalan beraspal.
“Kalau hujan, jalan berlubang dan licin. Kami sangat berharap pemerintah segera memperbaiki dan mengaspal jalan ini,” ujar seorang warga.
Ruas tersebut tidak hanya menghubungkan Kampung Sulum dengan sejumlah desa di Kecamatan Sekerak, tetapi juga menjadi jalur menuju pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang hingga kawasan perbatasan.
Kerusakan jalan berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.
Warga mengungkapkan jalan itu sempat diperbaiki setelah banjir bandang melanda kawasan tersebut. Namun, kondisinya kembali rusak dalam waktu singkat.
Mereka menilai lalu lintas truk bermuatan melebihi kapasitas menjadi penyebab utama kerusakan, ditandai munculnya lubang besar yang dipenuhi air saat musim hujan.
“Kami pernah merasakan jalan ini diperbaiki pascabanjir, tetapi tidak lama kemudian rusak lagi karena banyak truk bermuatan berat yang melintas,” ungkap warga.
Secara administrasi, ruas tersebut berstatus jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemerintah Aceh.
Namun, bagi masyarakat, yang lebih penting bukan soal siapa yang bertanggung jawab, melainkan kepastian perbaikan agar aktivitas sehari-hari tidak lagi terganggu.
Harapan itu turut disampaikan Anggota DPRK Aceh Tamiang, Ishak Ibrahim.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut menyatakan akan kembali mengusulkan pembangunan jalan di kawasan itu.
“Insya Allah nanti akan kita usulkan lagi pembangunan jalan ini. Kami juga sudah berupaya dan alhamdulillah tahun ini akan terlaksana pengaspalan lanjutan dari Tanjung Gelumpang menuju Sekumur. Kita berharap secara bertahap seluruh jalan di Kecamatan Sekerak dapat teraspal hingga Kampung Baling Karang,” kata Ishak, Rabu (22/07/2026).
Bagi warga Kampung Sulum, pernyataan tersebut menjadi harapan baru, meski janji serupa telah beberapa kali mereka dengar.
Di tengah pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, masyarakat berharap jalan beraspal segera terwujud karena akses yang layak bukan hanya mendukung kenyamanan, tetapi juga menentukan kemudahan memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, dan kesempatan ekonomi.
Selama jalan itu belum diperbaiki, anak-anak Kampung Sulum masih harus menaklukkan lumpur setiap hari demi sampai ke sekolah.
Bagi masyarakat di pelosok Sekerak, jalan beraspal bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan wujud kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.(S04)













