Bocah 9 Tahun Meninggal Tenggelam di Tanggul Irigasi Aceh Utara

Ilustrasi. Rabu 22 Juli 2026 [Dok. Generate By AI/rahasiaumum.com]

Aceh Utara. RU – Seorang pelajar berusia sembilan tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di tanggul irigasi Dusun Blang Barat, Gampong Lhok Merbo, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Selasa, 21 Juli 2026 malam.

Korban diketahui bernama Muhammad Adam Alfatih, warga Dusun Blang Timu, Gampong Lhok Merbo.

Ia dilaporkan tenggelam saat mandi dan berenang bersama sejumlah teman sebayanya di tanggul irigasi sekitar pukul 17.30 WIB.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye AKP Agus Alfian Halomoan Lubis mengatakan, korban tidak terlihat lagi sekitar 30 menit setelah berada di lokasi.

Abang korban yang melakukan pencarian awal hanya menemukan pakaian milik korban.

“Sekitar 30 menit kemudian, korban tidak lagi terlihat di lokasi. Abang kandung korban kemudian melakukan pencarian di sekitar tanggul dan hanya menemukan pakaian milik korban,” ujar AKP Agus, Rabu (22/07/2026).

Keluarga bersama masyarakat kemudian melakukan pencarian di sekitar tanggul irigasi.

Setelah beberapa jam, korban ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.

Menurut Kapolsek, saat pencarian berlangsung, kondisi aliran air cukup deras dengan kedalaman sekitar 150 sentimeter.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya memang diketahui mandi di lokasi tersebut.

Personel Polsek Tanah Jambo Aye yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian, melakukan pendataan korban dan saksi, dokumentasi, serta melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan.

“Keluarga korban telah menerima dan mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah. Rencananya, korban akan dikebumikan pada Rabu pagi,” kata Kapolsek.

Kepolisian menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.

AKP Agus juga mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sungai, saluran irigasi, maupun lokasi dengan arus air yang berisiko.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan anak-anak berenang tanpa pengawasan orang dewasa, terlebih saat debit air sedang tinggi dan arus cukup deras. Pengawasan bersama sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pungkasnya.(*)

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...