Sempat Tertahan di RS, Jenazah Pemuda Bener Meriah Kini Telah Dipulangkan

Jenazah M Chairun
Jenazah Muhammad Chairun (22), warga Kampung Rime Raya, Bener Meriah, akhirnya dipulangkan ke kampung halaman setelah sempat tertahan di RS Efarina Etaham Pematang Siantar akibat kendala biaya administrasi. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Redelong. RU – Jenazah Muhammad Chairun (22), warga Kampung Rime Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Pematang Siantar, Sumatera Utara, akhirnya dapat dipulangkan ke kampung halamannya setelah sempat tertahan di rumah sakit karena kendala biaya administrasi.

Almarhum yang bekerja di sebuah gudang cabai di Pematang Siantar mengalami kecelakaan pada Selasa (26/5/2026).

Saat itu, korban sedang mengendarai sepeda motor untuk membeli makanan. Dalam kondisi hujan gerimis, korban berupaya menghindari kendaraan yang mengerem mendadak di depannya, namun justru bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan.

Korban yang mengalami luka berat di bagian kepala sempat menjalani perawatan intensif di RS Efarina Etaham Pematang Siantar selama dua hari. Namun, pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, Muhammad Chairun mengembuskan napas terakhir.

Jenazah almarhum tidak dapat langsung dipulangkan karena biaya perawatan rumah sakit mencapai Rp77 juta.

Dari total biaya yang harus diselesaikan, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah kemudian menanggung Rp62 juta. Sementara Baitul Mal membantu Rp5 juta, Camat Pintu Rime Gayo Rp1 juta, Pemerintah Kampung  Rime Raya membantu Rp2 juta, sumbangan masyarakat Rp1 juta, dan bantuan anggota DPD RI Haji Uma sebesar Rp5,3 juta.

Setelah biaya tersebut dilunasi, jenazah pun kemudian dipulangkan ke Bener Meriah.

“Alhamdulillah, proses pemulangan jenazah dari Siantar menuju kediaman almarhum di Bener Meriah dapat berjalan dengan lancar,” kata Haji Uma Minggu (31/05/2026).(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...