Aceh Tengah. RU – Aceh Tengah menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian pemerintah pusat.
Hal itu disampaikan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat menerima audiensi Bupati Aceh Tengah Haili Yoga di Kementerian Transmigrasi, Jakarta Selatan, Selasa (12/05/2026).
Pertemuan membahas percepatan kawasan transmigrasi serta pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi di Aceh Tengah.
Dalam kesempatan itu, Haili Yoga mengajukan sejumlah usulan prioritas, termasuk sertifikasi lahan di Atu Lintang dan Jagong Jeget yang masih belum tuntas sejak 1980-an.
“Kalau diurus satu per satu, biaya sertifikat mencapai Rp. 6,5 juta per bidang”, ujarnya.
Pemkab juga mengusulkan pembangunan sarana air bersih untuk sembilan desa, transmigrasi lokal seluas 9.000 hektare, serta program Rumah Kopi sebagai pengembangan kopi ekspor.
Selain itu, turut diajukan pembangunan jalan dan sekolah di kawasan transmigrasi.
Menanggapi hal itu, Menteri Transmigrasi menyebut Aceh Tengah sebagai daerah prioritas perhatiannya.
“Dalam radar saya, Aceh Tengah itu pusat perhatian kami”, kata M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Ia menyebut keterbatasan anggaran menjadi tantangan, namun sejumlah usulan tetap akan diproses melalui koordinasi lintas kementerian.
“Dari lima yang saya catat, SHM, transmigrasi lokal, jalan dan sarana air bersih, sekolah transmigrasi, serta rumah kopi, insyaallah ada yang bisa kami bantu,” ujarnya.(*)














