BPBD Sebut Data Korban Banjir Sudah Final, Warga Kuning I Kecewa

Avatar photo
Data desa di Kecamatan Bambel Kabulaten Aceh Tenggara yang mendapat bantuan banjir. Minggu 15 Februari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/AFW016]

Kutacane. RU – Warga Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, mengaku kecewa karena tidak masuk dalam data korban banjir besar yang terjadi pada November 2025.

Akibatnya, warga desa tersebut tidak menerima bantuan yang disalurkan pemerintah, termasuk bantuan daging dari Presiden Republik Indonesia.

“Kami terdampak banjir, tapi tidak terdata. Akhirnya tidak ada satu pun warga Desa Kuning I yang menerima bantuan,” kata Anton, warga Desa Kuning I, Minggu (15/02/2026).

Anton menuturkan, banjir pada akhir 2025 itu menggenangi permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Namun, saat bantuan disalurkan, nama Desa Kuning I tidak tercantum dalam daftar penerima.

Kondisi itu memicu kekecewaan warga yang merasa mengalami perlakuan tidak adil.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara Mohd Asbi mengatakan, data korban banjir di wilayahnya telah diverifikasi dan dinyatakan final sehingga tidak dapat diubah.

“Data yang kami sampaikan sudah final,” ujar Asbi, sperti diberitakan rahasiaumum.com Ahad.
Asbi menjelaskan, berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD di lapangan, terdapat kendala saat proses pendataan berlangsung.

Menurut dia, sebagian warga menolak untuk didata ketika banjir terjadi.

Selain itu, kata Asbi, pemerintah desa juga tidak menyerahkan data warga terdampak kepada pihak kecamatan maupun BPBD.

Hal tersebut menjadi dasar tidak dimasukkannya Desa Kuning I dalam daftar korban banjir.

“Bukan tidak terdata, tetapi warga tidak mau didata. Kepala desa juga tidak menyerahkan data warga terdampak banjir,” kata Asbi

Ia menambahkan, Desa Kuning I merupakan salah satu wilayah yang kerap terdampak banjir.

Meski demikian, BPBD tetap mengacu pada laporan resmi dan prosedur pendataan sebagai dasar penyaluran bantuan.

Perbedaan keterangan antara warga dan BPBD ini menimbulkan polemik terkait akurasi pendataan korban bencana.

Warga berharap ada evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang dan bantuan dapat disalurkan secara lebih adil kepada masyarakat terdampak.(AFW016)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...