Korban Banjir ‘Pengontrak’ Jadi Korban Kebijakan Pemerintah Pusat

Anggota DPRK Aceh Tamiang, Jamil Hasan.. Rabu 28 Januari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/S011]

Kualasimpang. RU – Nasib para penghuni rumah kontrakan sebagai korban banjir Hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang terancam bakal menjadi penghuni tenda pengungsian secara permanen.

Hal itu disampaikan oleh anggota DPRK Aceh Tamiang Komisi II, Jamil Hasan kepada rahasiaumum.com, terkait Pemkab Aceh Tamiang belum memberikan solusi terkait hunian bagi korban banjir yang berstatus tinggal dirumah kontrakan.

“Tidak sedikit korban banjir yang sebelumnya sewa rumah, belum diketahui tapal batasnya, sampai kapan mereka harus tinggal di tenda pengungsian,” ujar Jamil, Rabu (28/01/2026).

Sebut Jamil Hasan, seyogiyanya Pemerintah Pusat harus memikirkan juga nasib para korban banjir yang selama ini belum memiliki rumah pribadi untuk mendapatkan tempat tinggal layak huni, bukan terus menetap di tenda pengungsian.

“Mereka juga statusnya sama seperti yang lain, sebagai keluarga korban banjir, tetapi kenapa bisa luput dari perhatian pemerintah pusat,” kata Jamil.

Menurut Jamil Hasan, dengan luputnya perhatian pemerintah pusat terhadap keluarga pengontrak rumah. Akhirnya keluarga dimaksud juga merupakan sebagai korban kebijakan dari pemerintah.

Imbuh Jamil Hasan, sangat wajar jika para keluarga penyewa rumah yang kehilangan harapan untuk merasakan bantuan dari pemerintah.

Mereka bagi penyewa rumah sudah kehilangan matapencaharian karena apangan kerja sudah tertutup sejak banjir hingga pascabanjir. Sehingga tidak mampu membayar sewa rumah.

“Bukan hanya sekadar uang, tetapi mereka sudah kehilangan segalanya, kalaupun ada yang memiliki uang, namun untuk mendapatkan rumah kontrakan saja sudah tidak ada lagi akibat kerusakan hingga hanyutnya rumah yang selama ini mereka kontrak,” terang Jamil Hasan.

Seorang pengungsi ditenda bantuan BNPB kepada rahasiaumum.com, memberikan keterangannya bahwa belum pernah mendapatkan informasi dari pihak pemerintah terkait hembusan kabar gembira bantuan hunian sementara (Huntara) baginya berserta segenap keluarga yang meliputi istri dan anak-anaknya.

“Bantuan Huntara tidak ada, sebab tidak pernah diberikan informasi dari perangkat desa kami. Jangan bantuan rumah dari pemerintah, bantuan sembako saja dari para relawan yang datang langsung ke kami,” jawab pengungsi yang notabene tidak memiliki rumah pribadi yang namanya enggan disebutkan.(S011)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...