Subulusalam. RU – Sebanyak 176 peserta Sekolah Lansia Angkatan ke-2 mengikuti prosesi wisuda Standar I dan II di Aula Pendopo Wali Kota Subulussalam, Kamis (06/08/2026).
Para wisudawan berasal dari delapan Sekolah Lansia yang tersebar di lima kecamatan di Kota Subulussalam.
Suasana penuh sukacita tampak mewarnai prosesi kelulusan.
Para peserta yang seluruhnya berusia di atas 50 tahun mengikuti rangkaian acara dengan antusias, termasuk saat tali toga dipindahkan sebagai simbol kelulusan.
Lumiati (93), warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Longkib, tercatat sebagai wisudawati tertua.
Sementara itu, Prapto (82), warga Desa Sepadan, Kecamatan Rundeng, menjadi wisudawan laki-laki tertua.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Subulussalam menyatakan Sekolah Lansia dibentuk untuk mendorong terwujudnya lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.
“Melihat semangat dan keceriaan para orang tua kita hari ini sungguh menginspirasi. Usia bukan halangan untuk terus belajar dan berkarya. Sekolah Lansia ini dirancang agar para orang tua kita tetap memiliki wadah bersosialisasi, menjaga kesehatan mental dan fisik, serta bahagia di masa tuanya,” ujar Kepala DP3AKB Kota Subulussalam, Ira Elviani Cibro.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Subulussalam juga mengukuhkan Forum Generasi Berencana (Genre) Kota Subulussalam sebagai wadah pembinaan bagi kalangan remaja.(MB07)













