Sigli. RU – Bendungan Blang Kumot Lhok Adan, Kecamatan Sakti, Pidie, yang jebol dihantam arus deras Krueng Tiro, pada Kamis 24 September 2026, membuat ratusan hektare sawah di wilayah itu gagal tanam.
Saat ini, petani di Kecamatan Sakti bersiap memasuki musim tanam rendengan. Namun dengan jebolnya bendungan tersebut, sekitar 800 hektare lahan sawah di wilayah itu terancam gagal tanam.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Kabupaten Pidie, Hasballah mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Provinsi Aceh terkait kondisi jebolnya bendungan tersebut untuk dapat ditangani segera.
“Kondisi bendungan tersebut telah kami sampaikan kepada pihak BWS, tetapi untuk sementara akan dilakukan penanganan darurat Pemkab Pidie melalui dinas terkait,” katanya, Selasa (29/09/2026).
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Pidie, Apriadi Ahmad, memastikan bahwa penanganan darurat akan segera dilakukan, agar petani tetap bisa melakukan pengolahan tanah memasuki musim tanam rendengan pada Oktober tahun ini.
“Dinas PUPR dalam waktu dekat akan melakukan perbaikan darurat pada bendungan tersebut, mengingat musim tanam akan dimulai pada awal Oktober ini,” ungkapnya.(TH05)













