Warga Korban Banjir Nilai Kritik IPMAT Banda Aceh Tidak Tepat

Sarlianto salah seorang warga korban banjir bandang dan longsor di kabupaten Aceh Tenggara. Selasa 6 Januari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/AFW016]

Kutacane. RU – Seorang korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tenggara menyayangkan sikap Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) Banda Aceh yang dinilai menyudutkan pemerintah daerah dalam penanganan bencana, meskipun peristiwa tersebut telah berlangsung lebih dari satu bulan.

Sarlianto, warga terdampak banjir, mengatakan kritik yang disampaikan IPMAT Banda Aceh tidak mencerminkan kondisi di lapangan.

Menurut dia, pemerintah daerah justru hadir secara intens sejak awal kejadian hingga proses penanganan darurat berlangsung.

“Tanpa membantu korban banjir, malah membuat gaduh suasana. Tidak elok mencari panggung di tengah bencana,” kata Sarlianto, seperti diberitakan rahssiaumum.com, Selasa (06/01/2026).

Ia menuturkan, saat sejumlah wilayah terisolasi akibat akses jalan dan jembatan terputus, pemerintah daerah tetap berupaya menyalurkan bantuan logistik dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Sarlianto menyebutkan, kehadiran pemerintah tidak hanya dilakukan oleh jajaran teknis, tetapi juga oleh pimpinan daerah.

Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara, kata dia, turut turun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan kondisi warga.

“Saat kami terisolasi, pemerintah daerah setiap hari hadir. Bahkan ibu Bupati dan ibu Wakil Bupati datang langsung. Pada saat itu, keberadaan pihak yang mengkritik tidak terlihat,” ujarnya.

Menurut Sarlianto, peran mahasiswa seharusnya lebih diarahkan pada kegiatan yang bersifat membantu masyarakat terdampak, seperti gotong royong membersihkan lumpur dan memulihkan lingkungan permukiman warga.

“Pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin. Akan lebih baik jika kritik disertai dengan kontribusi nyata di lapangan,” tambahnya.(AFW016)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...