Blangpidie. RU – Konferensi Ke-23 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) resmi digelar di Kantor Dinas Pendidikan setempat, Rabu (06/05/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Jufri S.Ag., MM, yang hadir mewakili Bupati Abdya Safaruddin.
Dalam sambutannya, Jufri menyampaikan forum ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum memperkuat peran strategis PGRI dalam pembangunan pendidikan daerah.
“Di tangan para guru, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta cinta tanah air,” ujarnya.
Ia menilai forum tersebut menjadi waktu penting untuk merumuskan arah organisasi ke depan sekaligus memilih kepengurusan baru.
PGRI diminta terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri profesi.
Menurutnya, sektor pendidikan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kemajuan teknologi, perubahan karakter peserta didik, hingga meningkatnya tuntutan kualitas sumber daya manusia.
“Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat peluang besar. Jika teknologi dimanfaatkan secara bijak dan kolaborasi diperkuat, maka pendidikan di Abdya dapat melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” katanya.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana, penguatan kapasitas tenaga pendidik, serta dorongan inovasi pembelajaran.
“Pemerintah Abdya berharap PGRI terus menjadi mitra strategis, menjembatani kebijakan dengan implementasi di lapangan, serta menjadi wadah bagi guru untuk berkembang,” ungkapnya.
Di akhir sambutan, Jufri berharap konferensi menghasilkan gagasan konstruktif serta kepengurusan yang mampu mengayomi anggota dan menjaga solidaritas serta profesionalisme guru.(T018)














