Banda Aceh. RU – Pemerintah Aceh kembali menegaskan dukungannya terhadap penguatan sektor hulu minyak dan gas bumi melalui kehadiran Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir dalam 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Senin (02/02/2026).
Forum tersebut mempertemukan pemerintah, badan pengelola migas, kontraktor, pelaku usaha, serta akademisi guna membahas penguatan tata kelola dan rantai pasok sektor hulu minyak dan gas bumi di Aceh.
Dalam sambutan Gubernur Aceh yang dibacakannya, M. Nasir menyampaikan apresiasi kepada BPMA dan para pemangku kepentingan atas konsistensi penyelenggaraan summit sebagai wadah kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah Aceh menilai forum ini strategis untuk mendorong pengelolaan migas yang profesional, transparan, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Aceh berkomitmen dalam mendukung peningkatan produksi migas sebagai bagian dari kontribusi daerah terhadap ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong investasi yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal,” kata M. Nasir.
Selain itu, summit diharapkan memperkuat keterlibatan sumber daya lokal, mulai dari tenaga kerja, penyedia barang dan jasa, hingga perguruan tinggi, dalam ekosistem industri hulu migas Aceh.
Kegiatan tersebut ditargetkan menghasilkan rekomendasi konkret guna memperkuat rantai pasok migas Aceh yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Acara turut dihadiri perwakilan Kementerian ESDM, antara lain Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Yudhianto, Direktur Hulu Migas Ariana Suryanto, Kepala BPMA Nasri, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Batusate, unsur Forkopimda Aceh, Wali Kota Banda Aceh, pimpinan BUMN dan BUMD, rektor perguruan tinggi, serta tamu undangan lainnya.(R015)














