Puisi  

Bukan Senjana

Avatar photo
Aditya Fenra

Karya: Aditya Fenra

Wahai dikau Senjana,

Aku tau andaian mu terasa indah untuk dipuja.

Aku tau dirimu, kelopak bunga yang banyak diinginkan sang arjuna.

Aku tau warna mu mengisyaratkan keindahan sang pencipta.

Aku tau nafas mu sebagai selimut jiwa, aku tau itu, wahai Senjana.

Lelaki duduk menyendiri ini, selalu tau tentang kecemburuan itu.

Namun senada dengan kebencian mu, Senjana kini duduk di pesisir debu.

Menghirup wanginya kasturi, sembari menari menelan birahi.

Senjana, apakah itu kau?

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...